30 Persen Mahasiswa di Indonesia Terkontaminasi Paham Radikalisme

Mahasiswa di Bali saat ikuti seminar di Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Rektor Universitas Dwijendra Dr. Ir. Gede Sedana mengungkapkan, 30 persen mahasiswa di Indonesia telah terkontaminasi dan mendukung faham radikalisme.

“Maka dari itu, para mahasiswa di Bali agar memperkuat filterisasi dengan menolak faham radikalisme,” ucapnya dalam seminar yang diikuti sekitar 90 mahasiswa di Bali, Senin (21/12/2020) di Denpasar.

Menurutnya, faham radikalisme dan komunisme tetap menjadi ancaman.
Radikalisme adalah upaya pihak tertentu untuk mengubah Pancasila, dan faham komunisme merupakan ancaman bagi keutuhan NKRI.

“Hal ini juga tak terlepas dari perkembangan teknologi dan globalisasi yang sudah tidak bisa dibendung,” tuturnya.

Ditambahkan, pemerintah melalui aparat penegak hukum telah melakukan berbagai upaya memberikan guna memberi rasa aman di masyarakat.

“Kami juga meminta jangan sekali-sekali mahasiswa mengunggah atau meng-upload video maupun gambar yang memuat kekerasan, radikalisme dan sebagainya,” ucapnya.

Pihaknya mempersilahkan para mahasiswa untuk tetap kritis terhadap isu apapun. Kendati demikian dirinya berpesan agar aksi tidak dilakukan dengan cara-cara yang melanggar hukum.

“Kedepan diharapkan peran serta mahasiswa untuk bersama-sama menyebarkan hal-hal positif di lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Usai seminar mahasiswa di Bali melakukan deklarasi berupa menolak radikalisme, mendukung upaya penegakan hukum serta upaya pencegahan Covid-19. (agw)

BACA JUGA:  Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PGN Bali Gelar Dialog Kebangsaan