Polda Bali Gelar Pra Rekontruksi Dugaan Pemerkosaan yang Dilakukan Oknum Polisi

Korban (jaket hitam) saat mengikuti pra rekontruksi yang digelar polisi. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polisi dari Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Bali menggelar pra rekontruksi kasus dugaan pemerkosaan dan pemerasan oleh oknum polisi terhadap perempuan muda berinisial MIS (21).

“Sementara ini ada sekitar 10 adegan yang kita lakukan dalam pra rekontruksi,” kata salah satu anggota kepolisian usai menggelar rekontruksi, Sabtu (19/12/2020) di seputaran Jalan Pulau Galang, Pemogan, Denpasar Selatan.

Pra rekontruksi yang berlangsung kurang lebih satu jam ini turut dihadiri korban bersama kuasa hukumnya Charlie Ufsunan.

Sementara informasi diperoleh, oknum polisi berinisial RCN yang disebut bertugas di salah satu Subdit di Polda Bali ini tidak ikut dalam pra rekontruksi karena tengah menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Bali.

“Terlapor tidak ikut kesini masih diperiksa di Polda,” tutur polisi yang ikut dalam pra rekontruksi.

Charlie Ufsunan yang ditanya kronologi awal kejadian mengungkapkan, kasus ini bermula ketika korban yang terbelit persoalan ekonomi ini menawarkan open BO melalui aplikasi MiChat, Selasa (15/12/2020).

Malam hari sekitar pukul 23.00 Wita, korban mendapatkan tamu seorang pria. Korban dan pria tersebut sepakat bertemu di sebuah kos seputaran Pemogan, Denpasar Selatan.

Belum sempat melakukan hubungan badan, tiba-tiba datang terlapor mendobrak pintu. Saat itu terlapor mengaku sebagai polisi dan berdinas di Polda Bali.

“Terlapor menunjukkan kartu anggota dan mengatakan akan membawa korban ke kantornya karena terlibat prostistitusi,” ucap Charlie.

Oknum polisi muda ini lalu menyuruh pria yang berada di dalam kamar keluar. Setelah itu, oknum tersebut menutup pintu dan mematikan lampu kamar.

Di sana terlapor kemudian memaksa korban melakukan hubungan badan. Lantaran ketakutan, korban hanya bisa pasrah saat oknum polisi ini menidurinya.

BACA JUGA:  Nekat Sewakan Motor Orang Lain, Petrus Nyaris Tewas Ditikam Pisau Dapur

Puas melampaiskan nafsunya, terlapor kemudian meminta secara paksa uang Rp350 ribu milik korban sembari mengancam akan membawa korban ke Polda Bali kalau melawan. (agw)