Elemen Masyarakat Bali Desak Pemerintah Tindak Tegas Aksi Radikalisme

Aksi tolak radikalisme dan intoleran oleh elemen kemasyarakatan di Bali. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Forum Peduli NKRI (FPNKRI) bersama sejumlah elemen kemasyarakatan di Bali menggelar aksi damai menolak kasus intoleran dan radikalisme yang belakangan terjadi di tanah air.

“Penolakan radikalisme adalah sesuatu perwujudan atas kepedulian terhadap bangsa sendiri agar NKRI tetap bisa mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” kata ketua umum FPNKRI Mocka Jadmika, Kamis (17/12/2020) di Denpasar.

Aksi damai yang berlangsung di depan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar ini diikuti Demi Anak Generasi (DAG), Elemen Mahasiswa Bali, Club Anak Motor Pecinta Sejarah (CAMPS) dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).

“Berkumpulnya anak bangsa ini adalah karena keresahan melihat kejadian intoleran dan radikal. Kami bersepakat melakukan aksi penolakan radikalisme yang terjadi di tanah air,” ucapnya.

Ketua Elemen Mahasiswa Bali Endang Astuti Bunga dalam orasinya mengatakan, intoleransi merupakan cikal bakal terjadinya tindakan radikal yang bisa berpotensi terjadinya terorisme.

“Dan itu sudah terjadi di daerah luar Bali,” terang Endang.

Senada, Ketua PITI Mulyono Lee menyatakan bahwa keadilan di negeri ini tidak boleh tebang pilih dan siapapun yang melanggar hukum wajib diberikan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Irwan Rifki selaku ketua CAMPS secara tegas mengatakan, NKRI yang ber Pancasila tidak boleh memberikan ruang sedikitpun bagi perusak persatuan kesatuan bangsa. Oleh karena itu ia meminta negara agar tegas.

“Negara harus hadir di setiap kejadian diskriminasi yang bersangkutan dengan identitas SARA,” tutur Melky Sedek perwakilan DAG. (agw)

BACA JUGA:  Rai Mantra: Gratiskan Tagihan Air Saat Pandemi Corona