Limbah Medis Ditengarai Berpotensi Tularkan Covid-19

Sampah medis. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Lembaga Peduli Alam dan Lingkungan (PILANG) mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk mengkaji penanganan limbah medis Bahan Bebahaya dan Beracun (B3) rumah sakit yang diduga berpotensi menularkan Covid-19.

“Selama ini Pemerintah Provinsi Bali kami nilai hanya menyerukan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak saja. Pemerintah tidak pernah menyerukan bagaimana menghindari atau mengatasi sumber-sumber virus dari sampah itu sendiri,” kata Direktur Eksekutif PILANG, Ni Made Indrawati, Senin (7/12/2020) di Denpasar.

“Padahal, salah satu yang menjadi sumber penyebaran daripada virus Corona ini bisa jadi berasal dari sampah atau limbah yang berasal dari rumah sakit,” sambungnya.

Indrawati menyebut jumlah sampah medis kian meningkat sejak pandemik Covid-19. Ia lantas mengambil contoh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar yang mampu menghasilkan 1,1 ton per harinya.

Begitu pula di Kabupaten Buleleng dari 9 rumah sakit, 20 Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas), dan 6 klinik mencapai 9-12 ton per bulannya.

“Sedangkan total limbah medis B3 di Bali rata-rata mencapai 3,3 ton setiap harinya dari seluruh fasilitas layanan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Pihaknya mendorong perlunya mengecek pengelolaan limbah B3 karena bersifat infeksius terhadap manusia, makhluk hidup lainnya dan lingkungan.

Pemerintah juga harus mengajak pelaku penghasil limbah B3, terlebih ada lembar blanko B3 yang semua sudah diatur sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dengan turunan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.56/Menlhk-Setjen/2015.

Apalagi paparnya setelah ada Peraturan Menteri LHK nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan COVID-19.

“Transporter bagi pengakut, bukan hanya lokasinya yang harus memenuhi ketentuan. Tetapi cara mengangkutnya, fasilitas pengangkutannya juga harus dilengkapi,” tegasnya.

BACA JUGA:  Gubernur Minta GM Hotel Utamakan Produk Lokal

Sebagai tindak lanjut kepedualiannya, Ni Made Indrawati melalui PILANG akan segera menemui Pemerintah Provinsi Bali untuk membicarakan dugaan potensi ini.

Hal itu dimaksudkan agar pemerintah tidak hanya berfokus kepada imbauan jaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan saja.

“Kami mau pemerintah cepat ngeh gitu kan. Bahwa jangan saja berbicara tentang bersih tangan ataur jarak, pakai masker. Seperti itu,” tukasnya. (agw)