Tawarkan Dua ABG ke Pria Hidung Belang, Aldi Digelandang ke Kantor Polisi

Pelaku diamankan petugas kepolisian. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Denpasar mengungkap kasus dugaan Tindak Pidana Perdangan Orang (TPPO). Dalam kasus ini polisi meringkus seorang pelaku bernama Mulana Aldi (20).

“Tersangka melakukan dugaan TPPO terhadap anak perempuan di bawah umur berinisial NKT (16) dan NMF (16),” terang Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Sabtu (5/12/2020) di Mapolresta Denpasar.

Kasus ini bermula saat tersangka mengirim pesan kepada NMF, Minggu (4/10/2020) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu tersangka mengaku memperoleh nomor WhatsApp korban dari teman tersangka.

Dua hari kemudian atau, Selasa (6/10/2020) sekitar pukul 12.00 Wita, tersangka mengirim pesan kepada korban yang menyuruhnya mandi karena akan diajak pergi ke Bedugul.

“Korban dijemput oleh dua temannya, sementara tersangka dan temannya menunggu di mobil. Setelah itu korban, tersangka dan teman-temannya tidak jadi ke Bedugul karena tidak punya uang untuk beli bensin dan hanya keliling Denpasar,” terang Kasatreskrim.

Lantaran jalan-jalan hingga larut malam, korban tidak pulang dan memilih pergi ke rumah NKT, Sementara tersangka mengembalikan mobil yang disewanya.

Usai mengembalikan mobil, tersangka bersama temannya kembali ke rumah NKT. Dengan menggunakan dua sepeda motor, kedua korban, tersangka dan temannya menuju Hotel Oyo Jalan Tukad Badung nomor 10, Renon, Denpasar untuk istirahat.

Tiba di sana, teman tersangka pulang sehingga di hotel tinggal tersangka dan kedua korban.

Dikarenakan sama-sama kehabisan uang, tersangka dan kedua korban sepakat booking out (BO). Tersangka lalu mendownload aplikasi MiChat untuk mencari tamu.

Beberapa jam kemudian, tersangka menerima pesan berisi bookingan dari seorang tamu. Tersangka lalu menyuruh kedua korban melayani dengan tarif Rp150 ribu.

BACA JUGA:  Brankas Perusahaan Dibobol, Kawanan Rampok Gasak Uang Rp100 Juta

Tak berselang lama, tersangka kembali mendapat dua order untuk melayani tamu dengan tarif Rp150 ribu untuk satu orang tamu.

“Dari hasil tersebut, tersangka yang memegang uangnya kemudian digunakan membayar hotel Rp150 ribu dan sisanya dia pegang,” jelas Kasatreskrim.

Tidak cukup sampai disitu, tersangka dan kedua korban mencari tamu dengan berpindah-pindah hotel hingga 30 November 2020.

Di sana terjadi tindak kekerasan dimana tersangka menganiaya dengan memukul dada bawah NMF. Mendapat penganiayan, kedua korban pergi dari hotel tempatnya menginap dengan tersangka pada 1 Desember 2020.

Polisi yang menerima laporan dari orangtua korban akhirnya menangkap tersangka, Rabu (2/12/2020) di seputaran Denpasar. (agw)