Membelot di Pilkada 2020, DPP PDI Perjuangan Pecat 3 Kadernya di Bali

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – PDI Perjuangan memecat tiga kadernya di Bali lantaran dianggap melawan kebijakan partai dalam Pilkada Serentak 2020. Ketiga kader tersebut yakni I Made Gianyar, Sang Ayu Putri Adnyanawati dan Ngakan Made Kutha Parwata.

“Ketiganya melanggar kode etik dan disiplin partai karena tidak mengindahkan instruksi DPP PDI Perjuangan terkait rekomendasi calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bangli pada Pilkada Serentak tahun 2020 dengan mendukung calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari partai politik lain,” demikian DPD PDI Perjuangan dalam siaran pers, Jumat (4/12/2020).

Disebutkan, Made Gianyar merupakan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Masa Bakti 2019-2024 sekaligus Bupati Bangli dari PDI Perjuangan Periode 2016-2020.

Sang Ayu Putri Adnyanawati merupakan Calon Anggota Legislatif DPRD Provinsi Bali Periode 2019-2024 dari PDI Perjuangan.

Sedangkan Ngakan Made Kutha Parwata merupakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangli Masa Bakti 2010-2015, Ketua DPRD Kabupaten Bangli periode 2014-2019, Wakil Ketua Bidang Komunitas Seni Budaya DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali masa bakti 2015-2020.

Pemecatan ini bermula ketika DPP PDI Perjuangan merekomendasikan Sang Nyoman Sedana Arta, SE untuk dijadikan Calon Bupati Kabupaten Bangli dan I Wayan Diar, SST., Par untuk dicalonkan sebagai  Wakil Bupati Bangli periode 2020-2025.

Berdasarkan surat Rekomendasi Nomor 1753/IN/DPP/VII/2020 tertanggal 27 Juli 2020, DPP PDI Perjuangan menginstruksikan kepada seluruh jajaran Partai, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangli untuk bersama-sama dengan seluruh kader, aktivis, dan anggota PDI Perjuangan di Kabupaten Bangli untuk mengamankan, menjalankan dan memperjuangkan terpilihnya Sang Nyoman Sedana Arta, SE menjadi Bupati Kabupaten Bangli dan I Wayan Diar, SST., Par. menjadi Wakil Bupati Kabupaten Bangli periode 2020-2025.

BACA JUGA:  Masyarakat Diminta Jangan Panik dengan Lonjakan Kasus Positif Covid-19

Selanjutnya kepada mereka yang tidak mengindahkan instruksi dan melakukan aktivitas diluar dari kebijakan ini, akan diberikan sanksi organisasi.

Sebelum mengambil keputusan, DPP PDI Perjuangan terlebih dulu melakukan klarifikasi secara online dengan mengundang DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangli, I Made Gianyar, Sang Ayu Putri Adnyanawati dan Ngakan Made Kutha Parwata.

Klarifikasi secara online tersebut digelar, Kamis (5/11/2020). Dalam rapat klarifikasi yang dipimpin Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan Komarudin Watubun disebutkan I Made Gianyar, Sang Ayu Putri Adnyanawati dan Ngakan Made Kutha Parwata tidak mengikuti sehingga klarifikasi berlangsung singkat.

“DPP Partai menganggap berkas usulan pemecatan dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangli dan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali sudah lengkap dengan disertai bukti-bukti yang kuat, serta dengan tambahan penjelasan dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangli dan DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, maka usulan pemecatan tersebut akan ditindaklanjuti melalui rapat DPP PDI Perjuangan,” bunyi siaran pers.

Surat keputusan pemecatan ditandatangani Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tertanggal 2 Desember 2020. (agw)