Pasca Demo Tolak Radikalisme, Sekjen PGN Bali Dapat Ancaman

Ki-ka. Abdus Saman, Gus Yadi dan Daniar Trisasongko. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Aliansi Nasionalis Bali Tolak Radikalisme menggelar aksi menolak revolusi akhlak yang digaungkan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq. Aksi damai yang dimotori Patriot Garuda Nusantara (PGN) Provinsi Bali ini rupanya berbuntut panjang.

“Mereka mengaku sebagai simpatisan FPI di Bali dan mengatakan akan melakukan perlawanan terhadap aksi kita,” kata Panglima Komando PGN Wilayah Bali, Gus Yadi dalam siaran pers, Senin (30/11/2020) di Denpasar.

Tak cukup di sana, Sekjen PGN Bali Abdus Saman juga dikatakan diancam setelah aksi di depan Lapangan Renon, Denpasar beberapa hari lalu. Namun tak disebut siapa yang melakukan pengancaman.

“Ancaman terhadap Sekjen PGN Bali kami peroleh dari sebuah group WhatsApp (WA),” jelas Gus Yadi.

Dengan adanya ancaman tersebut, pihaknya meminta seluruh anggota PGN di Bali agar siaga dan waspada.

Di tempat yang sama Ketua PGN Wilayah Bali Daniar Trisasongko menyatakan bahwa PNG Bali tengah mengumpulkan data-data terkait ancaman terhadap Abdus Saman.

“Kita sedang inventarisir dengan mengumpulkan dokumen-dokumen. Apalagi juga muncul di media sosial bahwa Sekjen kami telah meninggal dunia. Ini kan keterlaluan, padahal beliau dalam kondisi baik-baik saja,” tuturnya diamini Sekjen PGN Bali Abdus Saman.

Selain mengaku akan membuat laporan terkait ancaman tersebut, Daniar juga menegaskan jika Markas Komando PGN Wilayah Bali terbuka lebar jika ada pihak-pihak yang tidak sependapat dengan gerakan PGN.

“Kalau berkebaratan dengan aksi PGN silahkan datang ke markas kami, tidak perlu dengan cara-cara pengecut seperti itu. Silahkan datang kalau anda jantan,” tegasnya.

Sebelumnya, puluhan masyarakat yang menamakan diri Aliansi Nasionalis Bali Tolak Radikalism menggelar aksi damai di depan Lapangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar Timur.

BACA JUGA:  Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Ditpolair Polda Bali Tanam Bibit Mangrove

“Kami menolak revolusi akhlak yang digembar-gemborkan oleh Habib Rizieq,” kata Gus Yadi selaku koordinator aksi dalam orasainya, Jumat (27/11/2020) di Denpasar.

Aksi damai yang diikuti Patriot Garuda Nusantara (PGN), GP Ansor dan Banser Kota Denpasar, GP Ansor Kabupaten Badung, DAG (Demi Anak Generasi) Bali, PMII BALI, IPNU (Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama) Denpasar, dan Pagar Nusa PC Denpasar awalnya berlangsung di Parkir Timur Lapangan Renon.

Setelah itu, peserta aksi yang berjumlah kurang lebih 50 orang ini berjalan kaki menuju pintu masuk Monumen Bajra Sandhi untuk kembali berorasi.

Gus Yadi mengatakan, aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap FPI dan sebagai bentuk dukungan kepada aparat TNI/Polri dalam menghadapi serta memerangi ormas radikal.

Panglima Komando PGN Wilayah Bali ini juga meminta para simpatisan FPI di Bali untuk tidak berbuat ulah lantaran kehidupan masyarakat di Bali sudah tenang.

“Keharmonisan antar umat beragama sudah terjaga, jadi jangan coba coba ganggu Bali, jangan coba coba usik Bali,” ucapnya bersama Ketua PGN Wilayah Bali Daniar Trisasongko.

“Kita tidak akan mundur apabila ada kelompok-kelompok yang ingin merusak Indonesia, kita akan lawan. Kami menolak keberadaan FPI dan paham khilafahnya,” tegasnya.

Meski berlangsung aman, puluhan aparat kepolisian dari Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Timur dikerahkan untuk menjaga jalannya aksi. (agw)