Paksa Setubuhi ABG, De Onte Dituntut 10 Tahun Penjara

Foto ilustrasi.

Beritabalionline.com – Pria bernama De Onte (53) yang menjadi terdakwa dalam kasus pencabulan terhadap anak baru gede (ABG) berinisial NMS (14) dituntut pidana penjara 10 tahun.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Made Ayu Citra Maya Sari menyatakan terdakwa telah melakukan atau ancaman kekerasan memaksa anak persetubuhan. Perbuatan terdakwa dianggap melanggar Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 76 D Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Mohon kepada majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 10 tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan dan denda Rp 60 juta subsider 3 bulan penjara, serta restitusi sebesar Rp 7 juta 75 ribu rupiah jika tidak dibayar diganti pidana penjara selama 2 bulan,” ungkap jaksa dalam sidang yang dipimpin hakim I Gusti Ngurah Putra Atmaja, Kamis (26/11/2020) di Pengadilan Negeri Denpasar.

Dalam dakwaan diuraikan, perbuatan terdakwa dilakukan ketika korban yang merupakan menantunya ini tengah tidur di sebuah kamar kosnya di Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (29/4/2020) sekitar pukul 03.00 Wita.

Korban yang terbangun sempat berupaya memberontak. Melihat itu, terdakwa yang sudah kerasukan setan kemudian membekap mulut korban. Lantaran takut ditambah tak kuasa melakukan perlawanan, korban yang baru seminggu melahirkan bayi ini hanya bisa menangis saat terdakwa menyetubuhinya dengan paksa.

“Usai melakukan aksinya, terdakwa kemudian pergi meninggalkan korban di dalam kamar,” terang jaksa.

Esok harinya, korban lalu menceritakan peristiwa yang dialaminya ke ibu kandungnya. Di satu sisi, terdakwa sempat mendatangi rumah orangtua korban untuk meminta maaf,  namun orangtua korban tidak terima dan melaporkan kasus ini ke Mapolresta Denpasar.

“Hasil pemeriksaan psikologi, korban dinyatakan dalam kondisi depresi, cemas dan mengarah pada stres parah atas peristiwa yang dialaminya,” ungkap jaksa. (sar)

BACA JUGA:  Lelang BB Solar Sitaan Kasus PT. Sembilan Pilar Sepi Peminat