Tim Yustisi Kota Denpasar Jaring 32 Orang Pelanggar Prokes

Tim Yustini KotaDenpasar saat menggelar operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes). (Foto : Ist)

Beritabalionline.com – Untuk meminimalisasi terjadinya penularan virus Corona atau Covid-19), Tim Gabungan Yustisi Denpasar yang terdiri dari Satpol PP Kota Denpasar, Dishub, TNI, Polri bersama Tim Penegakan Peraturan Daerah Kota Denpasar secara rutin menggelar operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes).

Untuk Kegiatan kali ini dilaksanakan pada Selasa (24/11/2020) di wilayah Desa Pemecutan Klod Kecamatan Denpasar Barat, .kata Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, kegiatan kali ini sengaja di dilaksanakan di wilayah Desa Pemecutan Klod, tepatnya di simpang Jalan Imam Bonjol sampai Jalan Subur. Mengingat di wilayah tersebut kasus positif Covid-19 cukup tinggi.

“Kami setiap melaksanakan kegiatan pemantauan prokes selalu digelar di wilayah zona merah atau jumlah penderita Covid-19 yang cukup banyak. Yang mana Penegakan perda selalu kami gelar agar masyarakat memahami bahwa sangat penting mematuhui protokol kesehatan,” jelas Sayoga.

Adapun hasil dari kegiatan tersebut Sayoga mengaku terjaring 32 orang pelanggar. Sesuai Peraturan Gubenur, maka 12 orang yang tidak menggunakan masker langsung di denda sebesar Rp100 ribu. Dan 20 orang lagi yang menggunakan masker tapi tidak pada tempatnya hanya diberikan pembinaan dan sanksi sosial. Dengan terus diberikan sanksi bagi yang melanggar maka diharapkan masyarakat tidak akan ada yang melanggar lagi, sehingga penularan virus Covid-19 bisa diputus mata rantainya.

Lebih lanjut Sayoga mengaku pencegahan penularan Covid-19 dibutuhkan partisipasi atau kesadaran masyarakat. Setelah dilakukan penegakan sekian kali, masyarakat sudah mulai nampak kesadarannya tentang protokol kesehatan. Meskipun demikian tapi masih beberapa orang tidak paham sehingga dalam sidak masih diketemukan tidak memakai masker, demikian Sayoga. (ist)

BACA JUGA:  Aliansi Reformasi KUHP Bali Curiga RKUHP Picu Overkriminalisasi