Bawa Kabur Anak Dibawah Umur, Mahasiswa di Denpasar Digelandang ke Kantor Polisi

Tersangka usai ditangkap polisi. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Denpasar berinisial AHS (23), ditangkap tim Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar lantaran diduga menculik seorang bocah.

“Untuk motif penculikan, kita masih lakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” terang Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom, Minggu (22/11/2020) di Denpasar.

Kasus ini bermula ketika korban berinisial CGZ ditinggal orangtuanya pergi ke gereja untuk sembahyang, Minggu (1/11/2020) sekitar pukul 08.45 Wita.

Pulang dari gereja, orangtua korban bernama Adam Kurniawan Giri hanya mendapati anak pertamanya masih tidur, sementara CGZ tidak ada.

Adam berupaya mencari korban di seputaran tempat kosnya Jalan Tukad Citarum, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan namun korban tidak ketemu.

Setelah berupaya mencari tidak ketemu, Adam lalu memposting kabar jika anaknya hilang di facebook dan juga group WhatsApp.

Siang hari sekitar pukul 13.00 Wita, Adam mendapat informasi jika tetangganya mempunyai CCTV. Ada lalu melihat dan di sana tampak tersangka membawa korban dengan mengendarai sepeda motor.

Tak lama kemudian, Adam dihubungi oleh orang tidak dikenal yang memberitahu jika CGZ berada di Jalan Pakisaji, Denpasar Selatan. Mendengar itu, Adam dan keluarganya mendatangi lokasi dimaksud.

Benar saja, korban akhirnya ditemukan. Dari keterangan Wilson dan Agustin, mereka didatangi tersangka untuk menitip korban. Tersangka sempat berkata jika ayah korban bekerja sementara ibunya pergi sembahyang ke gereja.

“Setelah menitip, tersangka juga mengatakan anak tersebut akan dijemput kembali,” jelas Kasatreskrim.

Tersangka akhirnya ditangkap polisi di tempat kosnya jalan Akasia, Denpasar Timur, Minggu (1/11/2020) sekitar pukul 20.00 Wita.

“Antara orangtua korban dengan tersangka tidak saling kenal. Unsur membawa kabur anak di bawah umur sudah masuk,” ucap Kompol Dewa Anom.

BACA JUGA:  Cari Pemakai dan Pengedar Narkoba, Polresta Denpasar Razia Kafe di Jalan Sedap Malam

Tersangka dijerat Pasal 76 F Jo Pasal 83 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 328 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun. (agw)