BNN Bali Sebut Denpasar Tertinggi Kasus Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba

BNN Provinsi Bali saat memusnahkan barang bukti sabu. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suasatawa mengungkap, Denpasar menjadi wilayah tertinggi kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika di banding kabupaten lain di Bali.

“Denpasar tertinggi disusul Badung, Buleleng, Gianyar, Klungkung, Tabanan, Negara, Karangasem dan Bangli,” ucapnya, Selasa (17/11/2020) di Denpasar.

Apalagi dimasa pandemi Covid-19 terang Kepala BNN Bali, kasus penyalahgunaan narkotika meningkat. Pemakai berasal dari karyawan yang di PHK maupun yang bekerja dari rumah.

Pemakai juga disebut lebih banyak menggunakan sabu, kemudian ganja dan tembakau gorila. Sementara ekstasi sudah jarang beredar sejak tidak ada tempat hiburan buka.

“Kalau untuk ekstasi sudah jarang beredar karena tempat hiburan malam banyak yang tutup. Kenapa demikian, ekstasi ini kan sifatnya berbeda dengan narkoba jenis lain, di mana pemakaiannya dirangsang oleh house music,” bebernya.

Dari hasil pemetaan lanjut Brigjen Suastawa, narkoba lebih banyak dikirim dari daerah Riau, Medan, Aceh, Surabaya dan Malang. (agw)

BACA JUGA:  Dalam 6 Bulan, Polda Bali Tangani 593 Kasus Peredaran Narkoba