Polisi Sebut Alasan Pelaku Mencuri di Rumah Anggota TNI

Pelaku pencurian di rumah anggota TNI diamankan dalam pelarian ke Solo, Jawa Tengah. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Polisi dari Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan meringkus pria bernama Putra Sakti Pratama (25) karena nekat mencuri di rumah milik anggota TNI AD.

“Motif pelaku melakukan pencurian karena faktor ekonomi,” ucap Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan AKP Hadimastika KP saat dikonfirmasi hasil pemeriksaan terhadap pelaku, Senin (16/11/2020).

Melihat pelaku yang tergolong nekat lantaran beraksi di rumah anggota TNI, berkembang kabar jika pelaku merupakan seorang residivis. Namun hal itu dibantah Kanitreskrim.

“Bukan, dia bukan residivis,” tegas mantan Kanitreskrim Polsek Ubud ini.

Sebelumnya diberitakan, aksi pencurian berlangsung di Asrama Prajaraksaka Blok D No. 16, Kelurahan Pemogan, Denpasar Selatan. Rumah tersebut dihuni anggota TNI bernama Moh. Risky Agung Prambudi (22).

Akibatnya, korban menderita kerugian Rp5,5 juta lantaran kehilangan sebuah handphone, dompet berisi 3 buah STNK, KTP, SIM A, SIM C, ATM BNI serta kartu tanda anggota TNI AD milik korban.

Dari keterangan korban, sebelumnya ia beristirahat tidur, Jumat (23/10/2020) sekitar pukul 03.30 Wita dan meletakkan dompet dan handphone di sebelah tempat tidur.

Ketika bangun sekitar pukul 05.30 Wita, ia tidak mendapati handphone dan dompet miliknya. Oleh korban peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke kantor polisi.

“Dari hasil olah TKP, pintu rumah korban rusak bekas congkelan,” kata Kanitreskrin.

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan yang melakukan penyelidikan mendapat informasi jika orang yang dicurigai sebagai pelaku kabur ke Jawa.

Dalam perkembangan, petugas juga memperoleh informasi jika pelaku bersembunyi di daerah Solo, Jawa Tengah.

Dua pekan melakukan perburuan, pelaku akhirnya diringkus saat berjalan kaki di seputaran Solo dengan diback up aparat kepolisian setempat.

BACA JUGA:  Curi Uang Kotak Amal, Seorang Pemulung Diamankan Polisi

“Pelaku mengatakan handphone yang diambil sudah dijual pada saat perjalanan ke Jawa,” tutur AKP Hadimastika. (agw)