Kepala Dusun Batukandik Laporkan Ketua Karang Taruna Denpasar ke Polda Bali

Kepala Dusun Batukandik I Made Kadek Arta saat ditemui di Mapolda Bali. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Ketua Karang Taruna Kota Denpasar berinisial IKNA dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Bali oleh Kepala Dusun Batukandik, Kelurahan Padangsambian Kaja, Denpasar Barat.

“Saya laporkan atas dugaan pencemaran nama baik, dan hari ini saya dipanggil penyidik sebagai saksi pelapor,” ucap Kepala Dusun Batukandik, I Made Kadek Arta, Senin (16/11/2020) di Mapolda Bali.

Kasus ini bermula dari penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) oleh Pemerintah Kota Denpasar. Untuk memperoleh bantuan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi penerima BLT.

Entah apa yang menjadi penyebab seingga proses penyaluran bantuan terjadi kisruh di masyarakat. Situasi kian rancu ketika IKNA disebut mengeluarkan statement dengan menyudutkan pihak desa karena tidak mampu mengurus persoalan bantuan.

“Ketika situasi tidak nyaman, kita di desa termasuk saya memberi saran agar dia (IKNA) datang ke kantor desa dengan maksud supaya jika ada persoalan tidak diumbar di facebook. Kantor desa kan buka dari pagi sampai sore, apalagi dia juga warga Desa Padangsambian Kaja,” tuturnya.

Pada bulan Mei 2020, IKNA akhirnya datang ke Kantor Desa Padangsambian Kaja bersama teman-temannya. Di sana IKNA membeberkan warga yang disebut terkena PHK dari tempatnya bekerja namun tidak memperoleh bantuan.

Dalam pertemuan yang dihadiri Kepala Desa Padangsambian Kaja, Sekretaris Desa dan Kepala Dusun Batukandik ini, pihak desa kemudian memberi jawaban dan mengklarifikasi tudingan IKNA.

“Contoh ada salah satu warga yang disebut tercecer bernama Gede Permana. Dia itu kan sudah lolos dalam persyaratan calon penerima BLT DD, tapi dia juga terdaftar di BLT pariwisata. Akhirnya dia memilih dan mengundurkan diri dari BLT DD dan memilih bantuan pariwisata,” bebernya.

BACA JUGA:  Curi Handphone, Buruh Harian Lepas Meringkuk di Sel Mapolsek Bangli

Yang menjadi persoalan dalam pertemuan dengan pihak desa, IKNA melakukan live di facebook. Pelapor selaku Kepala Dusun Batukandik merasa dicemarkan nama baiknya.

“Dia live facebook. Di sana kan ditonton orang banyak ketika dia menyebut selaku Kepala Dusun Batukandik, saya tidak mampu mendata masyarakat tercecer. Jadi saya merasa dipojokkan dan merasa ada pembunuhan karakter atas ucapnya, ini yang saya tidak terima,” bebernya.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Mapolda Bali pada bulan Juli 2020 oleh Kadek Arta. Dalam perkembangan, penyidik juga dikabarkan telah memintai keterangan IKNA selaku terlapor.

“Negara ini kan negara hukum, namun demikian untuk proses selanjutnya saya serahkan ke penyidik kepolisian,” tegasnya. (agw)