Lima Hari Lakukan Penyelidikan Kasus Perampokan SPBU, Ini Kata Polisi

Aksi perampokan bersenjata membuat penjaga SPBU berlarian menyelamatkan diri. (FOTO : capture CCTV)

Beritabalionline.com – Polisi melakukan berbagai upaya guna segera mengungkap kasus perampokan bersenjata yang diduga senjata api di SPBU Jalan Tol Bali Mandara Benoa, Denpasar Selatan.

“Masih dilakukan penyelidikan dan sudah ada perkembangan,” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Dewa Putu Gede Anom Danujaya saat ditemui di Mapolresta Denpasar, Sabtu (14/11/2020).

Kasatreskrim menerangkan, pihaknya sudah memintai keterangan beberapa orang saksi yang ada di lokasi pada saat kejadian. Saksi tersebut merupakan karyawan SPBU.

Saat disinggung kemungkinan pelaku rampok merupakan oknum ojek online (ojol) lantaran saat beraksi memakai jaket ojol, Kompol Dewa Putu Anom belum mau mengungkap.

Pun terkait senjata yang diduga senjata api, mantan Kapolsek Kuta Utara ini juga tidak berani berandai-andai.

“Kalau sudah ditangkap baru kita ketahui apakah senjata itu senjata api atau bukan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi perampokan terjadi di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Jalan Tol Bali Mandara Benoa, Denpasar Selatan, Selasa (11/11/2020) sekitar pukul 13.40 Wita.

Dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di TKP, pelaku datang seorang diri mengendarai sepeda motor jenis matic, memakai helm tertutup dan menggunakan jaket ojol warna hijau.

Turun dari motor, pelaku kemudian menodongkan senjata ke arah karyawan SPBU. Ketiga karyawan yang merupakan perempuan berlari menyelamatkan diri.

Dalam aksi yang berlangsung kurang dari 5 menit ini, pelaku membawa kabur sebuah tas kecil berisi uang Rp3 juta 150 ribu. (agw)

BACA JUGA:  Dua Tahanan Kabur, Kapolresta Denpasar Ancam Ambil Tindakkan Tegas