Larangan Minuman Beralkohol Dikecualikan Bagi Wisatawan & Ritual Keagamaan

Beragam merk minuman beralkohol. (FOTO : Istimewa)

Beritabalionline.com – Larangan dalam RUU Larangan Minuman Beralkohol memberikan pengecualian. Larangan memproduksi, menjual, dan mengonsumsi minuman beralkohol dalam RUU ini dikecualikan untuk beberapa hal.

Dikutip dari merdeka.com, Jumat, 13/11/2020 disebutkan, pada BAB III Larangan, Pasal 8 disebutkan larangan pada pasal 5, 6 dan 7 tidak berlaku untuk kepentingan terbatas.

Pengecualian itu diberikan untuk kepentingan adat, ritual keagamaan, wisatawan, farmasi dan tempat yang diizinkan peraturan perundangan.

Pada bagian penjelasan, tempat yang diizinkan itu adalah toko bebas bea, hotel bintang 5 (lima), restoran dengan tanda talam kencana dan talam selaka, bar, pub, klub malam dan toko khusus penjualan minuman beralkohol.

Berikut bunyi Pasal 8 tersebut:

(1) Larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, Pasal 6, dan Pasal 7 tidak berlaku untuk kepentingan terbatas.

(2) Kepentingan terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. kepentingan adat;
b. ritual keagamaan;
c. wisatawan;
d. farmasi; dan
e. tempat-tempat yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kepentingan terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Peraturan Pemerintah.

BACA JUGA:  Jokowi Tinjau Tempat Produksi Vaksin Covid-19 di Bandung