Bea Cukai Ngurah Rai, Bali Musnahkan Ratusan Item Barang Ilegal

Pemusnahan barang ilegal oleh pihak Bea Cukai Ngurah Rai, Bali. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Ratusan item barang ilegal dimusnahkan Bea Cukai Ngurah Rai bersama KPKNL Denpasar. Barang tersebut berupa produk tekstil bekas, perangkat telekomunikasi dan eletronik hingga produk hasil taksidermi kepala binatang yang diawetkan guna diukir untuk kerajinan.

“Terdapat 334 item barang dengan total nilai sebesar Rp16,7 juta yang dimusnahkan,” terang Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Himawan Indarjono, Jumat (13/11/2020) di Denpasar.

Himawan mengatakan barang yang dimusnahkan merupakan barang milik negara (BMN) dan barang bukti hasil penindakan kepabeanan dan cukai tahun 2020.

Ditambahkan pemusnahan BMN, Kamis (12/11/2020) ini dilaksanakan selain untuk menjalankan ketentuan, juga sebagai bentuk pertanggungjawaban Bea Cukai Ngurah Rai kepada masyarakat atas barang-barang yang disita.

“Selain dalam rangka melaksanakan Peraturan Menteri Keuangan nomor 178 tahun 2019, kegiatan ini dilakukan sebagai wujud komitmen Bea Cukai selaku community protector dalam mengawasi dan menekan peredaran barang larangan dan/atau pembatasan, mengamankan hak yang menjadi potensi penerimaan keuangan negara, sekaligus menjaga iklim usaha dan industri dalam negeri yang kondusif,” jelasnya.

Pemusnahan ini juga diharapkan mampu melindungi masyarakat dari dampak negatif barang-barang yang tidak layak masuk daerah pabean Indonesia dan mendorong agar masyarakat lebih proaktif untuk mengetahui ketentuan yang harus dipenuhi saat melakukan kegiatan memasukan suatu barang (impor) ke Indonesia.

Adapun barang yang dimusnahkan merupakan barang yang dilarang untuk diekspor atau diimpor, barang yang dibatasi untuk diekspor atau diimpor dan tidak diselesaikan oleh pemiliknya dalam jangka waktu 60 hari terhitung sejak disimpan di TPP.

Barang dan/atau sarana pengangkut yang ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai berasal dari tindak pidana denganb pelakunya tidak dikenal, barang dan/atau sarana pengangkut yang ditinggalkan di kawasan pabean oleh pemilik yang tidak dikenal dan tidak diselesaikan dalam jangka waktu 30 hari sejak disimpan di TPP. (agw)

BACA JUGA:  Wagub Cok Ace Puji Garapan Film ‘Bali Beats of Paradise’