Cegah Kejahatan di Laut, Bea Cukai Denpasar Gelar Patroli Bersama TNI AL dan Dit Polairud

Salah satu kapal yang digunakan patroli bersama. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Bea Cukai Denpasar bersama TNI Angkatan Laut dan Dit Polairud Polda Bali menggelar patroli laut bersama. Tidak kurang dari 80 personel dikerahkan dalam patroli tersebut.

“Patroli gabungan dilakukan dalam rangka menjaga perairan di wilayah Pulau Bali agar bebas dari kejahatan yang dapat menganggu keamanan dan ketertiban serta pelanggaran yang dapat merugikan keuangan negara,” terang Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar Kusuma Santi Wahyuningsih, Rabu (11/11/2020) di Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Menurutnya, patroli laut khususnya bersama Ditpolair Polda Bali telah sejalan dengan perjanjian kerjasama antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor: KEP-193/BC/2020 dan PKS/47/VIII/2020 tentang Peningkatan Sinergi Tugas Operasional dan Sumber Daya Dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi.

Di mana ruang lingkup perjanjian kerjasama ini meliputi pertukaran data dan/atau informasi, kegiatan patroli bersama, pelibatan dan pembinaan Satwa Polri (Unit K-9), latihan dan bantuan pengerahan sarana patroli dan/atau personel dalam keadaan mendesak.

“DJBC dan Dit Polairud serta Kepolisian Republik Indonesia pada umumnya terus menerus bersinergi dalam rangka pengamanan wilayah perairan Indonesia dari kejahatan-kejahatan lokal dan kejahatan lintas negara maupun dalam operasi kemanusiaan seperti SAR,” jelasnya.

Dikatakan Wahyuningsih, keamanan laut tidak hanya menyangkut kedaulatan dan hukum saja tetapi mengandung pemahaman bahwa laut harus aman digunakan bagi pengguna, bebas dari ancaman pelanggaran hukum seperti penyelundupan kayu ilegal, penyelundupan narkotika, psikotropika dan prekursor, pencurian ikan, dan penyelundupan bahan bakar minyak ilegal.

“Keamanan laut memiliki ruang lingkup yang cukup luas sehingga memerlukan organisasi, manajemen, dan sarana yang memadai. Dengan melakukan patroli bersama sesuai dengan tugas dan tanggungjawab masing-masing antara TNI AL, Bea Cukai dan Polairud merupakan salah satu jawaban dalam menghadapi tantangan tersebut,” tegasnya.

BACA JUGA:  PMI Gianyar Semprotkan 5.000 liter Disinfektan

Lebih jauh dijelaskan, DJBC adalah institusi yang memiliki fungsi utama sebagai revenue collector serta memiliki fungsi juga sebagai community protector.

Untuk menjalankan fungsi tersebut DJBC diberikan tugas untuk melindungi masyarakat, industri dalam negeri, dan kepentingan nasional melalui pengawasan dan/atau pencegahan terhadap masuknya barang impor dan keluarnya barang ekspor yang dapat berdampak negatif atau berbahaya bagi kesehatan, keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Dalam pengawasan laut, DJBC menggunakan pendekatan prosperity yaitu pengawasan dan penegakan hukum di laut yang dititikberatkan pada kesejahteraan negara,” tuturnya. (agw)