15 Ribu Pelanggar Lalu Lintas saat Operasi Zebra di Denpasar Cuma Diberi Teguran

Satlantas Polresta Denpasar menutup operasi zebra dengan membagikan makanan dan masker kepada masyarakat. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Operasi Zebra Lempuyang 2020 yang digelar Satlantas Polresta Denpasar selama dua pekan dari 26 Oktober sampai 8 November telah berakhir.

“Selama kegiatan operasi, kita lakukan teguran terhadap 15 ribu orang pelanggar,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan saat penutupan operasi di Parkir Timur Lapangan Renon, Denpasar, Minggu (8/11/2020).

Kapolresta mengatakan para pelanggar didominasi pengendara sepeda motor. Selain tidak memakai helm, juga ditemukan pengendara melawan arus atau melanggar rambu lalulintas.

Namun belasan ribu pelanggar ini tidak dilakukan tindakan tilang dan hanya diberi imbauan untuk tidak kembali mengulangi perbuatannya.

“Kalau sebelumnya pelanggar dilakukan tilang namun sesuai pimpinan bahwa kegiatan tahun ini dilaksanakan secara simpatik,” jelasnya.

Kendati demikian Kapolresta mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga keselamatan saat berkendara di antaranya dengan memakai helm bagi ketika di jalan raya.

“Udeng maupun peci tidak bisa melindungi kepala kalau terjadi benturan. Jadi mau dekat atau jauh harus tetap menggunakan helm, selain memakai masker untuk menghindari penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sementara saat penutupan Operasi Zebra Lempuyang 2020, Satlantas Polresta Denpasar membagikan makanan, masker dan stiker berisi imbauan agar masyarakat mentaati protokol kesehatan. (agw)

BACA JUGA:  Jelang Idul Fitri, Danrem Serahkan Bingkisan untuk Anggota Korem Wira Satya