Bandara Ngurah Rai Layani 92 Ribu Penumpang Selama Libur Panjang

Situasi penumpang di Bandara Ngurah Rai saat libur panjang. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Libur panjang maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama di akhir bulan Oktober 2020, Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat telah melayani 92 ribu penumpang.

“Jumlah penumpang rute domestik yang terlayani selama periode libur panjang kemarin dapat dikatakan sangat tinggi. Jika dirata-rata selama 9 hari tersebut, kami melayani rata-rata 10.330 penumpang per harinya,” terang General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali, Herry A.Y Sikado, Jumat (6/11/2020).

Untuk puncak keberangkatan penumpang kata Herry terjadi, Sabtu (31/10/2020), di mana sebanyak 6.539 penumpang berangkat meninggalkan Bali.

Secara khusus lanjutnya lonjakan jumlah penumpang di masa libur panjang ini berdampak positif bagi banyak sektor.

“Selain sektor aviasi, saya kira sektor pariwisata juga turut menerima multiplier effect dari tingginya jumlah wisatawan domestik yang datang ke Bali untuk menghabiskan libur panjangnya,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Herry selama bulan Oktober, sebanyak 231.586 penumpang serta 3.058 pergerakan pesawat udara dilayani Bandara Ngurah Rai. Catatan di bulan Oktober juga tumbuh jika dibanding dengan catatan bulan September sebelumnya.

“Ada pertumbuhan sebesar 30 persen untuk pergerakan penumpang, serta 18,5 persen untuk pesawat udara. Semakin positif, semakin bertumbuh dari bulan ke bulan,” tambahnya.

Dengan tambahan di bulan Oktober ini, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali tercatat telah melayani 5.454.685 penumpang yang terangkut melalui 46.761 pergerakan pesawat udara selama periode 10 bulan di tahun 2020.

Pada periode yang sama di tahun 2019 lalu, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola pintu gerbang udara Pulau Bali ini mencatat sebanyak 19.996.928 penumpang dan 128.128 pergerakan pesawat udara telah terlayani.

BACA JUGA:  Polda Bali Musnahkan Ribuan Botol Miras Ilegal

Jika bandingkan antara kedua periode, terdapat selisih sebanyak 14.542.243 penumpang dan 81.367 pergerakan pesawat udara, atau masing-masing terjadi penurunan sebesar 73 persen dan 64 persen.

“Secara umum, catatan di tahun ini masih terdapat selisih yang cukup jauh dibandingkan dengan jumlah penumpang dan pesawat udara yang kami layani di periode yang sama di tahun 2019 lalu,” ucapnya.

“Meskipun demikian, dengan adanya tren positif pertumbuhan penumpang yang kami alami selama 5 bulan terakhir ini, kami cukup optimistis bahwa perlahan namun pasti, penerbangan rute domestik mulai menggeliat lagi,” kata Herry. (agw)