Pemkab Klungkung Beri Santunan Kematian bagi Warga Meninggal

Bupati Nyoman Suwirta saat menyerahkan santunan kematian kepada
ahli waris almarhum, di Dusun Suwitrayasa, Desa Pesinggahan.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, I Komang Dharma Suyasa melayat ke kediaman alm. Ni
Nyoman Sudiarti di Dusun Suwitrayasa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan,
Selasa (3/11). Dalam kesempatan itu, Bupati Suwirta juga menyerahkan
santunan kematian kepada ahli waris atau keluarga almarhum.

Santunan kematian ini merupakan program Bupati Suwirta
sebagai bagian lanjutan dari inovasi ‘Pitra Bakti’. Besaran santunan kematian bagi
penduduk Klungkung yang meninggal maksimal Rp. 1.000.000,-. Program yang
resmi dimulai 1 November ini diselenggarakan atas prinsip-prinsip penghargaan
terhadap harkat dan martabat manusia, perlakuan adil, cepat dan tepat,
transparansi dan akuntabilitas, nondiskriminatif, nonproletisi, dan kehati-hatian.
Kegiatan ini melibatkan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah
Kabupaten Klungkung, Perbekel dan Perangkat Desa, serta ahli waris.

Kadisdukcapil Klungkung, I Komang Dharma Suyasa mengatakan adapun
persyaratan pengajuan santunan kematian bagi masyarakat Kabupaten Klungkung
antara lain, Pertama, Penduduk adalah orang dewasa yang memiliki KTP-el
Kabupaten Klungkung, Kartu Keluarga (KK) atau Akta kelahiran; atau Penduduk
adalah orang dewasa yang belum memiliki KTP-el Kabupaten Klungkung karena
hal-hal tertentu tetapi terdaftar dalam Kartu Keluarga (KK); atau Penduduk adalah
orang yang belum dewasa yang orang tua / walinya mempunyai KTP-el Kabupaten
Klungkung dan yang bersangkutan terdaftar dalam Kartu Keluarga (KK); atau
Penduduk yang telah tinggal menetap sekurang kurangnya selama 1 (satu) Tahun
di Kabupaten Klungkung sebelum berlakunya Peraturan Daerah Kabupaten
Klungkung Nomor 3 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah
Kabupaten Klungkung Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan
Administrasi Kependudukan.

Kedua, Ahli waris yang sah dalam pelaksanaan pemberian santuan kematian
adalah janda, duda, atau anak. Dalam hal janda, duda atau anak tidak ada, maka

BACA JUGA:  Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Bali Terus Naik (86,66 Persen)

santunan diberikan sesuai dengan urutan sebagai berikut, Keturunan sedarah
menurut garis lurus ke atas dan ke bawah sampai derajat kedua yakni, Saudara
kandung; Mertua; atau Pihak yang ditunjuk dalam wasiatnya. Ketiga, bila tidak
ada wasiat, maka santunan diberikan kepada pihak yang mengurus kematiannya.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta selain menyerahkan santunan kematian juga
menyerahkan akta kematian kepada keluarga almarhum. Bupati menyampaikan
bela sungkawa dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan.  (yaw)