Dianggap Hina Simbol Pemujaan Umat Hindu, Anggota DPD RI Dilaporkan ke Polda Bali

Elemen umat Hindu usai melaporkan anggota DPD RI, AWK ke Polda Bali. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Anggota DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Wedasteraputra Suyasa alias AWK dilaporkan ke Polda Bali lantaran diduga melecehkan simbol-simbol yang dipuja oleh masyarakat Nusa Penida.

“Kita laporkan karena sebagai umat Hindu kita sangat tersinggung dengan ucapannya AWK,” kata I Gusti Ngurah Harta saat melapor ke Mapolda Bali, Jumat (30/10/2020).

Ngurah Harta mengatakan, dalam rekaman video AWK menyebut bahwa sosok yang disucikan oleh umat Hindu di Nusa Penida seperti Ratu Niang, Ratu Gede, Bhatara Sang Hyang Tohlangkir bukan sebagai Dewa tetapi sebagai makhluk.

“Dalam agama apapun kalau yang dipuja disebut makhluk, orang itu pasti marah,” ucapnya.

Sebagai seorang pejabat kata Ngurah Harta, AWK semestinya bisa melakukan introspeksi dengan menjaga sikap serta lisan.

Menurutnya, laporan yang dilakukan oleh beberapa elemen masyarakat Hindu seperti Koalisi Rakyat Bali (KRB), Sandhi Murti Ranting Nusa Penida dan Batubulan ini sebagai pembelajaran terhadap AWK.

“Kami berharap agar polisi menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil AWK, dan segera memproses secara hukum,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Gubernur Koster Minta Bupati/Wali Kota Lebih Tanggap Kendalikan Penularan Covid-19