Di Tengah Kesulitan Ekonomi Akibat Pandemi Corona, Supplier Kerupuk Dipolisikan

Regina saat menceritakan persoalan yang dihadapinya ke PGN Bali. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Upaya Regina Johari untuk bertahan hidup di tengah sulitnya ekonomi akibat pandemi Covid-19 menemuhi jalan terjal. Ia terancam dibui setelah dilaporkan ke kantor polisi oleh pemilik Restoran Bali Nikmat berinisial NPM.

“Saya dituduh mendompleng nama di kerupuk yang saya pasarkan, katanya nama merk krupuk saya sama seperti nama restoran NPM,” terangnya saat ditemui di Denpasar, Jumat (30/10/2020).

Regina menceritakan, ia baru mengetahui ada yang mempersoalkan nama merk kerupuk yang ia pasarkan setelah menerima titipan surat dari kuasa hukum NPM di minimarket tempatnya menitip krupuk pada pertengahan bulan Juni 2020.

Usai menerima surat, Regina langsung menarik semua kerupuk produksi rumahannya yang dititipkan di dua minimarket di seputaran Denpasar dan Badung.

“Ada sekitar 25 bungkus yang saya titip, setelah menerima kabar kemudian saya ambil semua kerupuk tersebut,” ucapnya.

Pada tanggal 22 Juni 2020, Regina diminta datang ke kantor kuasa hukum NPM di Komplek Rukan Niti Mandala Renon, Denpasar.

Saat itu Regina membuat pernyataan bahwa selaku supplier Kerupuk Ikan Tenggiri Bali Nikmat meminta maaf karena menggunakan nama Bali Nikmat untuk produk yang ia pasarkan.

“Saya juga berjanji tidak akan menggunakan nama merk Bali Nikmat di kemudian hari,” tuturnya.

Namun karena diduga tidak mampu membayar ganti rugi lantaran telah memakai nama Bali Nikmat, Regina kemudian dilaporkan ke Mapolresta Denpasar pada 5 Agustus 2020.

Regina sendiri mengaku tidak memiliki niat memberi nama kerupuk yang ia pasarkan sejak akhir 2019 ini sesuai nama Restoran Bali Nikmat. Ia menyatakan menggunakan nama tersebut lantaran dirasa menarik untuk kerupuknya karena ada nama Bali.

BACA JUGA:  Shortcut Segera Dibangun, Jarak Tempuh Denpasar-Singaraja Dipersingkat

“Saya juga sempat periksa di pasaran untuk produk kerupuk seperti ini tidak ada nama Bali Nikmat, jadinya saya pakai nama itu,” paparnya.

Sementara Panglima Patriot Garuda Nusantara (PGN) Wilayah Bali, Gus Yadi yang dimintai bantuan oleh Regina mengaku sangat menyayangkan sikap pemilik Restoran Bali Nikmat.

Menurutnya, disaat masyarakat sedang berupaya bertahan hidup di tengah situasi pandemi Covid-19 bukannya dibantu namun justru diperkarakan.

“Anehnya kan begini, tidak ada kemiripan baik bentuk tulisan, warna maupun logo di produk kerupuk ini dengan nama Restoran Bali Nikmat. Yang dijual juga beda, ini kerupuk sementara disana menjual makanan,” ucapnya.

Ia lantas mempertanyakan kenapa hanya Kerupuk Ikan Tenggiri Bali Nikmat saja yang dipermasalahkan, sementara di luar sana juga ada produk lain seperti kopi yang menggunakan nama Bali Nikmat.

Dalam kesempatan itu Gus Yadi juga menegaskan, meski PGN tidak memiliki kapasitas untuk menangani persoalan hukum, namun pihaknya merasa terpanggil untuk membantu masyarakat yang tengah dilanda kesulitan.

“Kami meminta agar aparat kepolisian bersikap arif dan bijaksana dalam memproses persoalan ini. Ibu ini berdagang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, untuk memberi makan anak-anaknya. Kalau sampai dia dipenjara, siapa yang akan merawat dan memberi makan anaknya,” kata Gus Yadi. (agw)