Tiga Kali Terima Obat Terlarang, Pelaku yang Dicokok Polisi Bukan Berprofesi Dokter

Obat larang edar yang diamankan Polda Bali dan BPOM Denpasar. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Puluhan ribu butir obat-obatan tidak memenuhi standar kesehatan dan dilarang beredar disita petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali.

Dalam pengungkapan kasus bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar ini, turut diamankan seorang tersangka bernama Ahmad Mufida Fitra (27).

“Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku sebelumnya sudah dua kali menerima obat-obatan yang dilarang beredar tersebut,” ucap Plt. Wadirkrimsus Polda Bali AKBP I Gde Nakti Widhiarta, Senin (26/10/2020) di Mapolda Bali.

Namun demikian, baik Polda Bali maupun BPOM Denpasar mengaku tidak mengetahui berapa jumlah obat yang diterima oleh tersangka sebelumnya.

AKBP Gde Widhiarta mengatakan, tersangka tidak memiliki keahlian di bidang farmasi karena bukan dokter maupun pernah bekerja sebagai tenaga kesehatan.

“Dia ini lulusan SMA, bukan dokter, dan yang pasti dia tidak punya kewenangan untuk pekerjaan yang terkait dengan obat-obatan,” jelasnya.

Ditambahkan pula, barang bukti sebanyak 36.351 butir obat larang edar yang disita dari tangan tersangka diperkirakan senilai Rp43 juta.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp1 miliar.

Pengungkapan kasus bermula ketika petugas BPOM Denpasar menerima informasi akan ada pengiriman obat-obatan ilegal dari Jawa ke Denpasar menggunakan jasa ekspedisi, Minggu (11/10/2020).

Petugas BPOM Denpasar kemudian berkoordinasi dengan Polda Bali. Di sana petugas gabungan melakukan control delivery guna mengetahui penerima barang.

Ketika kendaraan ekspedisi tiba di Jalan Sari, Gang XI nomor 2, Kelurahan Kesiman, Denpasar Selatan, Selasa (12/10/2020), petugas mengawasi dari jarak cukup jauh guna mengetahui penerima barang.

BACA JUGA:  Imbas Corona, Ratusan Napi di Lapas Kerobokan akan Dibebaskan, Hari Pertama 38 Orang

Saat tersangka menerima paket, petugas langsung melakukan penangkapan dan menyita obat-obatan berwarna putih dan kuning yang dikemas di dalam 37 botol ini.

Hasil pemeriksaan awal, puluhan ribu butir obat terlarang ini akan diedarkan oleh tersangka di seputaran wilayah Denpasar. (agw)