Napi LP Kerobokan yang Positif Corona Disebut Tak Miliki Riwayat Penyakit Berat

Penghuni LP Kerobokan saat dilakukan swab test. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Pascadinyatakan positif Covid-19, 125 narapidana LP Kelas IIA Kerobokan yang terdiri dari 91 orang laki-laki dan 34 narapidana perempuan dipisah dari narapidana lain yang sehat.

“Mereka yang positif sudah ditempatkan di blok sendiri,” terang Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk, Senin (26/10/2020) di Denpasar.

Jamaruli menyatakan pihaknya merasa tenang lantaran para narapidana yang positif terpapar Covid tidak memiliki riwayat penyakit berat.

“Mereka saat ini dalam kondisi bagus, dan yang membuat kami tidak merasa khawatir, para narapidana ini tidak memiliki riwayat penyakit berat,” tegasnya.

Sementara untuk napi lain yang tidak terpapar Covid, pihak lapas mengimbau agar tetap menjaga jarak dan selalu menjaga kesehatan.

“Saya juga rutin mendatangi lapas-lapas Bali, tidak saja lapas Kerobokan. Ini untuk memantau bagaimana kondisi para narapidana,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Kerobokan menjadi kawasan zona merah kasus penyebaran Covid-19. Ini setelah 100 lebih penghuni terkonfirmasi terpapar Covid.

Awalnya sebanyak 627 orang narapidana LP Kerobokan dinyatakan reaktif saat di rapid test. Temuan ini ditindaklanjuti dengan dilakukan swab test oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Badung.

Swab test tahap pertama dilakukan terhadap 200 orang napi, Rabu (21/10/2020) dan hasilnya diketahui 30 orang napi positif Covid-19. Mereka kemudian ditempatkan di Wisma Kuta.

Swab test kedua kembali dilakukan kepada 136 narapidana, Sabtu (24/10/2020). Hasilnya 100 lebih narapidana baik laki-laki maupun perempuan dinyatakan terpapar Covid. (agw)

BACA JUGA:  Pasca Demo, Mahasiswa Kampus Dwijendra Denpasar Diliburkan