LP Kerobokan Menjadi Klaster, 123 Napi Terpapar Covid-19

WNA penghuni LP Kerobokan dilakukan swab test. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Kerobokan menjadi kawasan zona merah kasus penyebaran Covid-19. Ini setelah 100 lebih penghuni terkonfirmasi terpapar Covid.

“Tercatat ada 91 napi di Lapas Kelas II A Kerobokan dan 32 napi di Lapas Perempuan Kelas II Denpasar positif Covid-19,” terang Humas Kanwil Kemekumham Bali, I Putu Surya Dharma, Sabtu (24/10/2020) di Denpasar.

Beberapa hari sebelumnya sebanyak 627 orang narapidana LP Kerobokan dinyatakan reaktif saat di rapid test. Temuan ini ditindaklanjuti dengan dilakukan swab test oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Badung.

Swab test tahap pertama dilakukan terhadap 200 orang napi, Rabu (21/10/2020) dan hasilnya diketahui 30 orang napi positif Covid-19. Mereka kemudian ditempatkan di Wisma Kuta.

Hari ini saat kembali dilakukan swab test kepada 136 narapidana, 100 lebih narapidana dinyatakan terpapar Covid.

Sebelumnya Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Bali, Suprapto menyatakan bahwa dalam rangka pencegahan secara dini, pihaknya melakukan rapid test terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Ini kan sudah mulai masuk klaster di Lapas ini. Jadi ini kami harus segera mengantisipasi seluruh lapas, rutan. Sudah saya perintahkan untuk koordinasi melakukan rapid test,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Overstay, Perempuan Tanzania Dipulangkan ke Negaranya