Aksi Demo Mahasiswa di Bali Tolak UU Cipta Kerja Dijaga 400 Pecalang

Pecalang tampak berjaga di seputaran Kampus Unud Sudirman, Denpasar. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Ratusan pecalang (pengawas keamanan desa adat) tampak turut berjaga untuk mengamankan rencana aksi demo menolak UU Cipta Kerja yang akan dilakukan mahasiswa dari Kampus Universitas Udayana (Unud) dan elemen lain.

“Ada sekitar 400 pecalang berasal dari Sarbagita, yakni Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan disela pengamanan rencana aksi demo depan Kampus Unud, Sudirman, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, keterlibatan pecalang dalam pengamanan merupakan inisiatif dari desa adat dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali guna bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman.

Disinggung apakah tidak justru menimbulkan persepsi berbeda di mata masyarakat, Kapolresta menampik dengan mengatakan kehadiran para pecalang sebagai bentuk sinergitas antara Polri, TNI, dan masyarakat.

Aksi demo menolak UU Cipta Kerja yang rencananya dilakukan mahasiswa dari Kampus Universitas Udayana (Unud) dan elemen lain sendiri mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Di sepanjang Jalan Dr. Goris, Denpasar yang merupakan salah satu akses masuk kawasan kampus, polisi berseragam lengkap dengan membawa senapan gas air mata bersiaga. Mereka berkeliling dengan mengendarai sepeda motor.

Tidak hanya itu, di Jalan PB Sudirman depan Kampus Unud puluhan personel kepolisian bersama TNI, pecalang dan Linmas juga turut siaga.

Dari pantauan, 4 kendaraan water canon milik Brimob Polda Bali serta Dalmas Polresta Denpasar berjajar di seputaran Kampus Unud. (agw)

BACA JUGA:  Kasus Positif Covid-19 di Bali Bertambah 14, Sembuh 5 Orang