Bupati Mahayastra Kerjasama Pengembangan Wisata Kuliner

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, menandatangani nota kesepahaman terkait wisata kuliner di Gianyar.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Guna mengembangkan wisata kuliner, Pemkab Gianyar melakukan kerja sama dengan PT.Aerofood Indonesia dan Indonesian Chef Association Badan Pengurus Daerah (ICA BPD) Bali.

Nota kesepakatan bersama (MoU) Nomor: 034/16/KSB/B.Tapem/X/2020 tentang penyediaan Jasa Layanan Makanan dan Minuman, ditandatangi oleh Bupati Gianyar Made Mahayastra dan Dirut PT Aerofood Indonesia SIS Handaya Azis.

Selain itu, Bupati Mahayastra dan Ketua ICA BPD Bali I Gede Putu Hendra Mahena juga menandatangani nota Nomor:033/16/KSB/B.Tapem/X/2020 yang memuat tentang Pembinaan dan Pengembangan Kuliner di Kabupaten Gianyar. Kedua nota kesepakatan tersebut ditandatangani di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (16/10/2020).

Tindak lanjut dari MoU dengan ICA BPD Bali diikuiti dengan perjanjian kerja sama dengan OPD terkait, seperti denan Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar, tentang pembinaan dan pengolahan pangan lokal masyarakat di Kabupaten Gianyar.

Sementara dengan Dinas Pariwisata menyangkut di bidang pengembangan wisata kuliner (makanan khas Gianyar), Dinas Tenaga Kerja di bidang peningkatan kemampuan pencari kerja di bidang bisnis atau usaha kuliner, Dinas Koperasi dan UKM tentang peningkatan kemampuan kewirausahaan bidang kuliner bagi usaha mikro, kecil, menengah daan koperasi, Disperindag di bidang pengembangan pusat jajanan atau kuliner khas Gianyar, Dinas PUPR dalam upaya pengembangan sarana dan prasarana usaha kuliner yang memenuhi standar, Dinas Kesehatan dalam upaya pengembangan kuliner sehat, dan TP PKK Kabupaten Gianyar dalam upaya peningkatan kemampuan anggota PKK di bidang kuliner.

Seusai penandatanganan MOU tersebut, Bupati Gianyar Made Mahayastra menyampaikan rasa bahagianya karena Pemkab Gianyar telah memulai langkah awal ini. Menurutnya, apapun kebijakan itu harus dimulai dengan regulasi yang kuat seperti MoU, dan hari ini cukup bersejarah karena MoU ini bisa langsung ditindaklanjuti dengan perjajian kerja sama atau PKS.

Menurut Bupati Mahayastra, kesepakatan ini bertujuan untuk mengembangkan makanan khas Gianyar sebagai wisata kuliner di samping juga membantu meningkatkan kemampuan kewirausahaan di bidang kuliner bagi UMKM di Gianyar. Dan yang tak kalah pentingnya adalah, bagaimana meningkatkan kemampuan pencari kerja di bidang bisnis usaha kuliner.

“Kita harus selalu berinovasi, sehingga salah satu yang saya garap hari ini adalah bidang kuliner, kebetulan Pemkab Gianyar membangun pasar Gianyar yang mungkin terbesar di Bali. Di sana nanti akan ada tempat kuliner yang akan kita garap dengan maksimal,” kata Bupati Mahayastra.

Ia menyebutkan, pariwisata itu tidak melulu berupa tempat yang indah, seni budaya, dan atraksi yang menarik. Namun tak kalah pentingnya adalah tentang kuliner.  Karena biasanya, menurut Bupati Mahayastra, dalam suatu paket wisata setelah wisatawan tour keliling objek wisata, akan diajak mampir mengunjungi dan mencicipi wisata kuliner yang dibikin langsung oleh masyarakat setempat.

“Di Gianyar ini makanan khas Bali-nya diketahui paling lengkap. Semua ada, mulai dari jajajan tradisional, olahan ayam, bebek, babi guling, minuman semuanya ada. Sekarang bagaimana kita mengemasnya dengan menarik. Ini akan menjadi luar biasa, karena semua warga masyarakat akan dilibatkan, dan semua hasilnya masyarakat yang menikmati,” ujarnya, menambahkan.

Rencananya ke depan nanti akan bekerja sama dengan travel agent untuk menjadikan kuliner di Pasar Gianyar sebagai salah satu paket wisata dengan berbagai syarat yang sudah pasti akan dipenuhi, seperti makanan yang bersih, sehat, dan tertata rapi. (tim)