Elemen Mahasiswa di Bali Kembali Turun ke Jalan Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa kembali lakukan aksi turun ke jalan menolak UU Cipta Kerja di Denpasar. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Aksi turun ke jalan menolak pengesahan Undang-undang Cipta Kerja kembali berlangsung di Denpasar. Peserta aksi berasal dari 15 organisasi mahasiswa dan LSM yang menamakan diri Solidaritas Aliansi Rakyat Pro Demokrasi (SANTI).

“Undang-undang ini sudah tidak beres dari awal. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penolakan terhadap omnibus law di mana-mana,” ucap koordinator aksi Gerry Gunawan dalam orasinya, Jumat (16/10/2020) di Renon, Denpasar.

Menurutnya, diawal penyusunan Omnibus Law tidak melibatkan rakyat dan juga tidak melibatkan buruh. Dengan disahkannya UU Omnibus Law, rakyat lah yang akan merasakan penderitaannya.

“Terlalu banyak Pasal-pasal kontroversial di dalam UU Omnibus Law. Dengan ditetapkannya Omnibus Law apakah sesuai dengan negara kita,” teriak Gerry.

Usai berorasi di Lapangan Timur Renon, puluhan peserta aksi yang membawa beragam poster ini kemudian melakukan long marc menuju Kantor DPRD Bali.

Tiba di depan Kantor DPRD Bali, peserta aksi sempat meluapkan kekecewaan lantaran tidak ada satupun anggota dewan yang menemui.

Informasi diperoleh, para anggota dewan merasa khawatir demo akan kembali ricuh seperti beberapa hari lalu. Namun setelah mendapat jaminan keamaan dari kepolisian, Wakil Ketua DPRD Bali Tjok Gede Asmara Putera dan Ketua Komisi 4 DPRD Provinsi Bali I Gusti Putu Budiarta, ahirnya mau menerima peserta aksi.

“Saya disini berbicara atas nama lembaga, saya menerima aspirasi dari adik-adik semua dan akan meminta draf dari UU Omnibus Law sehingga kita bisa berdiskusi,” ucap Gede Asmara Putra.

Usai Wakil Ketua DPRD Bali berbicara, perwakilan peserta aksi menyerahkan pernyataan sikap dan hasil kajian terkait Omnibus Law.

Mereka juga memberi waktu satu minggu kepada DPRD Provinsi Bali untuk memberi hasil atau jawaban, jika tidak mereka mengaku akan datang kembali dengan jumlah massa yang lebih besar.

Kurang lebih satu jam di Kantor DPRD Bali, peserta aksi menuju Kantor Gubernur Bali. Disana selain menolak pengesahan UU Cipta Kerja, massa mengecam pernyataan sikap Gubernur Bali yang setuju dengan RUU Cipta Kerja.

Meski aksi berlangsung damai, penjagaan yang dilakukan personel kepolisian dan aparat keamanan terkait berlangsung ketat. Puas berorasi di depan Kantor Gubernur, massa kemudian membubarkan diri. (agw)