Dari Sekitar 120 Ribu Wartawan di Indonesia, Baru 15 Ribu Dinyatakan Kompeten

Peserta, panitia dan penguji usai UKW Angkatan VI yang diselenggarakan BI-PWI. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Direktur Uji Kompetisi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Prof. Dr. Rajab Ritonga, MSi, mengatakan, di Indonesia saat ini ada sekitar 120 ribu wartawan dari berbagai media, namun dari jumlah tersebut baru sekitar 15 ribu yang dinyatakan kompeten.

Hal itu disampaikan Rajab di hadapan wartawan peserta UKW  dan peserta pelatihan wartawan ekonomi yang diselenggarakan PWI Bali bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Bali di Sanur, Denpasar selama dua hari (14-15 Oktober 2020).

Dari 11 peserta yang mengikuti UKW, satu orang di antaranya dinyatakan tidak kompeten. Pengumuman hasil UKW disampaikan langsung Rajab Ritonga, M.Si yang didampingi penguji peserta UKW lainnya Nurcholis MA Basyari saat acara penutupan UKW PWI Bali angkatan VI di Griya Santrian Hotel, Sanur, Denpasar, Kamis (15/10/2020).

Dalam pengarahannya Rajab Ritonga menyampaikan bahwa predikat belum kompeten bukanlah akhir dari segalanya. Karena itu ia berharap peserta yang dinyatakan belum kompeten agar tetap semangat, dan dipersilahkan menunggu waktu enam bulan untuk kembali mengikuti UKW berikutnya.

Dia juga mengingatkan, wartawan dalam menyajikan berita mesti berdasarkan fakta, tidak memasukkan opini dalam naskah beritanya. Artinya, seorang wartawan yang kompeten tentu menyadari imbas dari suatu pemberitaan yang dibuatnya.

“Seorang wartawan mestinya memiliki wawasan serta mengikuti kaidah dan etika jurnalistik,” katanya mewanti-wanti, seraya menyebutkan saat ini banyak bermunculan portal berita, tinggal pilih mau jadi wartawan kompeten atau abal-abal.

Sementara dalam sesi diskusi sebelum acara pengumuman hasil UKW, Rajab Ritonga yang juga tampil sebagai nara sumber membawakan materi tentang “Pentingnya Pelaksanaan UKW”.

Ditegaskan bahwa pelaksanaan UKW adalah upaya dari Dewan Pers untuk terus meningkatkan profesionalisme Wartawan seluruh Indonesia. Wartawan professional kata dia, adalah Wartawan yang dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik bersandar pada penguasaan pengetahuan, keterampilan dan beretika baik.

Sementara Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Donny Heatubun saat menutup secara resmi UKW PWI Bali angkatan VI mengatakan bahwa negara ini sangat membutuhkan wartawan-wartawan yang kompeten dalam menjalankan tugas. Kompeten itu adalah profesional berkualitas. Karena menurut dia, tugas wartawan adalah tugas mulia sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.

“Wartawan itu adalah jendela hati masyarakat. Setiap saat orang menunggu informasi dari para wartawan, baik informasi pembangunan maupun informasi lainnya. Dari tulisan para wartawan, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan informasi yang menyangkut seluruh aspek kehidupan. Dari wartawan juga masyarakat ingin memastikan sebuah informasi itu valid atau tidak, benar atau hoax. Karena itu wartawan harus benar-benar professional. Berita yang ditampilkan adalah berita yang memang benar telah diferivikasi,” ujar Doni.

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Bali, kata dia, selalu akan bersama PWI Provinsi Bali untuk bersama-sama meningkatkan profesionalitas wartawan di Bali, khususnya wartawan yang sehari-hari ngepos di Bank Indoesia.

Sementara itu, Ketua PWI Bali, yang diwakili Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Bali, Emanuel Dewata Oja alias Edo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kantor Perwakilan BI Bali yang telah memfasilitasi seluruh kegiatan UKW PWI Bali angkatan VI di Griya Santrian Hotel Sanur selama dua hari.

Dikatakan, BI Bali adalah instansi non-pemerintah pertama yang bekerja sama dengan PWI Bali, menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan. Edo yakin, bahwa hasil 10 wartawan kompeten dan 1 wartawan belum kompeten adalah hasil terbaik yang harus diterima PWI Bali.

“Saya sangat yakin, hasil ini adalah hasil terbaik. Tidak ada rekayasa, tidak ada kong kali kong, karena yang menguji adalah Langsung Direktur UKW PWI Pusat, yakni Abang Rajab Ritonga, yang tak lain adalah penegak disiplin UKW PWI,” ujar Edo.

Kepada wartawan yang belum dinyatakan kompeten, Edo berpesan agar tidak putus asa dan kehilangan harapan untuk kembali mengikuti UKW pada kesempatan lain. (ist)