Wagub Cok Ace Apresiasi Institusi Beri Kompensasi Korban Terorisme

Wagub Bali Cok Ace mengapresiasi pemberian kompensasi kepada korban tindak pidana Poso dan Wonokromo yang diberikan oleh LPSK Pusat dan Komisi III DPR RI.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) sangat mengapresiasi pemberian kompensasi kepada korban tindak pidana Poso dan Wonokromo yang diberikan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Pusat dan Komisi III DPR RI yang berlangsung di Denpasar Kamis (15/10/2020).

Sehingga ke depan kompensasi ini dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup para korban dan keluarganya. Menurut Wagub terorisme merupakan salah satu masalah sosial di tengah masyarakat yang hingga saat ini masih terjadi bahkan dapat menjadi ancaman bagi kesatuan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia apabila mampu menyusupi kelompok masyarakat tertentu dan berkembang didalamnya.

“Sebagai warga negara yang memegang teguh persatuan dan kesatuan bangsa harus senantiasa pandai memilah informasi yang beredar di tengah kemajuan teknologi seperti saat ini,” ujar Wagub Cok Ace saat membacakan sambutan Gubernur Bali dalam acara “Penyerahan Kompensasi Korban Tindak Pidana Terorisme yang terjadi di Poso dan Wonokromo”, di Gedung Wiswa Sabha Utama.

Aksi terorisme ini harus terus di waspadai karena yang pergerakan dan jaringannya sulit dilacak. Serangkaian pemenuhan hak korban terorisme dalam bentuk kompensasi yang sudah berkekuatan hukum tetap, yang akan dibayarkan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Pusat, Provinsi Bali.

Bali dipilih sebagai daerah dilakukannya penyerahan karena salah satu penerimanya sudah dipindah tugaskan ke Polda Bali. Disamping itu Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Pusat yang dipimpin oleh Ketuanya yakni Asto Atmojo Suroyo juga akan melakukan assessment terhadap korban Bom Bali.

Hal ini merupakan amanat Undang Undang Nomor 5 tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2018 tentang perubahan kompensasi restitusi bantuan kepada saksi dan korban tindak pidana terorisme.

Penyerahan kompensasi tindak pidana terorisme Poso dan Wonokromo ini diserahkan langsung kepada para korban Poso 2 kompensasi korban Wonokromo.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 207 proyeksi penerima kompensasi tindak pidana terorisme se-Indonesia dari 46 peristiwa. Dan khusus untuk Bali tahun ini sdh tercatat sebanyak 60 korban tindak pidana masa lalu yang terdaftar. Sedangkan bagi korban tindak pidana terorisme yang belum mendapatkan bantuan dan haknya diperkenankan untuk melaporkan datanya kepada LPSK di daerahnya masing-masing.(ist)