Klungkung Gelar Workshop Penanganan Dampak Covid-19

Pemkab Klungkung menggelar workshop dengan tema “Pengelolaan Dana Desa Cepat, Tepat dan Terpadu Sebagai Upaya Penanganan Dampak Covid-19”.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Pemkab Klungkung menggelar workshop dengan tema “Pengelolaan Dana Desa Cepat, Tepat dan Terpadu Sebagai Upaya Penanganan Dampak Covid-19”, Kamis (15/10/2020). Acara berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, dibuka oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Acara tersebut menghadirkan anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, Kasubdit Fasilitas Pengelolaan Keuangan Desa Direktorat Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Farida Kurnianingrum, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharan Provinsi Bali Tri Budianto, Direktur Pengawasan Tata Kelola Pemerintahan Daerah BPKP, Bea Rejeki Tirtadewi serta dihadiri para perbekel di Klungkung. Kegiatan pada masa pandemi Covid-19 tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) dalam rangka memutus penyebaran Covid-19.

Suwirta menyambut baik workshop tersebut. Dikatakannya, kegiatan itu guna meningkatkan koordinasi seluruh stakeholder dan evaluasi terhadap pelaksanaan penyaluran serta penggunaan dana desa untuk penanganan dampak ekonomi pada masa pandemi.

Mengacu Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021, disebutkan bahwa prioritas penggunaan dana desa diarahkan untuk program kegiatan percepatan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) desa, melalui pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa.

Ia pun berharap workshop tersebut dapat memberikan pemahaman kepada para perbekel soal penggunaan dana desa yang bersumber dari APBN.

Lanjut Suwirta, dalam menyikapi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19, Pemkab Klungkung melalui desa telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa dan BLT yang dananya bersumber dari APBD Klungkung 2020.

“Berkat dukungan dan pendampingan secara berkesinambungan kepada kecamatan dan desa, sehingga dalam pelaksanaan penyaluran BLT dana desa berjalan secara cepat, efektif, dan tepat sasaran,” ujar Suwirta. (tim)