Polisi Pukul Mundur Kelompok Perusuh Demo Menolak UU Cipta Kerja

Polisi berupaya menahan laju para pendemo dengan tameng. (FOTO : Pikiran Rakyat)

Beritabalionline.com – Hingga berita ini ditulis, polisi tampak masih menjaga ketat ruas Jalan Budi Kemuliaan dan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020) malam. Lokasi itu dijaga ketat aparat setelah menjadi salah satu titik kericuhan pengunjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja dengan polis.

Massa mengatasnamakan Aliansi Nasional Anti Komunis atau ANAK NKRI menggelar demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja. Unjuk rasa itu diduga disusupi kelompok perusuh.

Mereka terlibat bentrok dengan petugas. Kelompok perusuh melemparkan kepolisian dengan batu sedangkan polisi membalas dengan menembakkan gas air mata untuk mengurai kelompok perusuh. Usaha polisi itu berbuah manis.

Kelompok perusuh itu berhasil dipukul mundur dari area tersebut. Hingga kini jalur masih steril untuk kendaraan umum.

Kendaraan roda dua dan roda empat tidak diperkenankan melintasi Jalan Fachrudin, dan Jalan Jatibaru. Petugas mengalihkan ke Jalan Budi Kemuliaan kemudian Bundaran Patung lalu Arjuna Wiwaha. 

Puluhan Sepeda Motor Ditinggal Pemiliknya

Sementara Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya mengangkut sepeda motor yang ditinggalkan oleh pemilik saat berunjuk rasa menolak RUU Cipta Kerja. Unjuk rasa yang diduga disusupi oleh kelompok Anarko berakhir ricuh.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mencatat ada 33 sepeda motor yang dibiarkan begitu saja oleh pemiliknya saat kepolisian mengurai massa perusuh.

“Sementara ini ada 33 sepeda motor yang ditinggalkan masa tadi setelah dipukul mundur,” katanya di Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020)

Dia menyebutkan, puluhan sepeda motor itu terparkir di sekitaran parkiran IRTI Monas. Saat ini, petugas masih menyisir di beberapa lokasi lain.

BACA JUGA:  Terbukti Bersalah, Ahmad Dhani Divonis 1 Tahun Penjara

“33 ini baru diseputar IRTI Medan Merdeka Selatan. Nanti kita sisir lagi kalau ada yang masih ditinggal massa nanti kita amankan lagi,” ujarnya.

Sambodo menerangkan, pihaknya akan mencari identitas pemiliknya. Sementara ini, seluruh sepeda motor dibawa ke Polda Metro Jaya. (itn)