Keluarga Miskin di Klungkung Diberi Pelatihan Hidroponik

latihan hidroponok di Balai Pelaksana Penyuluh Pertanian di Dusun Hyang Api, Desa Akah, Klungkung.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Seratus orang dari keluarga miskin di Kabupaten Klungkung mendapat pelatihan pertanian sistem hidroponik yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung. Pelatihan bertempat di Balai Pelaksana Penyuluh Pertanian di Dusun Hyang Api, Desa Akah, Klungkung dengan menghadirkan pemateri dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Bali dan praktisi hidroponik.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta hadir di hari pertama pelatihan, Senin (12/10/2020) mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program Pemkab Klungkung untuk menekan angka kemiskinan. Katanya, banyak warga miskin di Bumi Serombotan yang memiliki kesehatan fisik dan mental merasa nyaman dengan status miskin karena mendapat bantuan rutin. Hal itu dirasa kurang baik. Sehingga pemerintah setempat berupaya mengubah mindset para keluarga miskin agar tidak ketergantungan dengan bantuan. “Salah satunya melalui program pertanian hidroponik,” ujar Suwirta.

Sistem pertanian seperti itu, lanjut Suwirta dirasakan tepat mengangkat perekonomian keluarga di tengah lahan pertanian semakin berkurang. Di sisi lain kebutuhan pangan terus meningkat seiring pertambahan penduduk.

Mereka dari keluarga miskin yang sehat secara fisik dan mental tidak sebatas dibekali ilmu dan modal untuk usaha. Namun juga tetap dipantau selama menjalankan usaha. Bahkan pemerintah akan membantu hingga pemasaran hasil. Program tersebut dinilai lebih bermanfaat ketimbang memberikan bantuan sembako. “Bersemangatlah dalam mengikuti pelatihan ini, dari hulu sampai hilir,” pesan Suwirta kepada peserta pelatihan.

Kepala Dinas Pertanian Ida Bagus Juanida mengungkapkan, 100 peserta pelatihan berasal dari sejumlah desa. Pelatihan berlangsung 12-22 Oktober 2020. Peserta dibagi menjadi lima kelompok. Setiap kelompok mengikuti pelatihan selama dua hari. Selain mendapat pelatihan, mereka diberikan uang saku dan uang transport. Semua peserta juga mendapatkan bangunan hidroponik dari bahan baja ringan, rockwool, benih sayur, nutrisi serta alat ukur nutrisi. (tim)

BACA JUGA:  BPK Bali Periksa Laporan Keuangan Pemkab Tabanan