Gung Monjong Tewas di Tangan Pria Asal Madura, Tersangka Ngaku Melakukan Spontan

Tersangka pembacokan Gus Monjong di Kafe Jelita digiring petugas menuju sel. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

 

Beritabalionline.com – Tatapan mata Imam Arifin (34) menerawang jauh. Pelaku pembacokan terhadap I Gusti Made Suarjana alias Gung Monjong (51) hingga tewas di Jalan Danau Tempe, Sanur, pada Minggu (11/10/2020) lalu, tersangka sama sekali tidak  menyangka jika peristiwa itu berujung pada hilangnya nyawa korban.

“Saat itu saya sempat melihat dia masih bergerak setelah kejadian,” tuturnya di Mapolsek Denpasar Selatan, Selasa (13/10/2020).

Pria asal Bangkalan, Madura ini mengaku sebelumnya tidak ada persoalan dengan korban. Pelaku juga mengatakan hanya beberapa kali bertemu korban.

“Saya spontan membacok korban karena dia duluan menusuk teman saya Paris. Sebelumnya saya dengan korban tidak ada masalah, saya juga tidak terlalu kenal dan hanya pernah bertemu beberapakali,” akunya.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula dari kedatangan korban ke warung sebelah Kafe Jelita untuk minum-minuman keras, Minggu (11/10/2020) sekitar pukul 23.00 Wita.

Dalam kondisi mabuk, korban masuk ke kafe untuk mengajak karyawan kafe bernama Farhatin Muyasyaroh berhubungan badan.

Saat di dalam kamar korban bertanya berapa tarif yang harus dia bayar dan dijawab Rp150 ribu oleh Farhatin. Mendengar itu, korban mengeluarkan pisau lipat dari sakunya lalu menodongkan ke wajah Farhatin.

“Sembari menodongkan pisau, korban berkata “Saya tidak mau bayar pakai uang dan mau bayar pakai pisau”,” ucap Kapolsek Denpasar Selatan AKP Citra Fatwa Rahmadani.

Farhatin yang ketakutan berontak dan lari keluar kamar sembari berteriak minta tolong. Di sana Farhatin bertemu Ovi Januar Ayu Mustika (istri tersangka).

Mendengar laporan anak buahnya, Ovi kemudian menghubungi tersangka melalui pesan WhatsApp. Tersangka lalu datang ke kafe dengan membawa celurit, dan menaruh senjata tersebut di bawah meja operator.

BACA JUGA:  Dua Perampok Money Changer Asal Ukraina Dituntut 9 Tahun Penjara

Sementara usai berbuat onar, korban pergi dan di tengah jalan ia berpapasan dengan teman tersangka bernama Paris Pratama Putra.

Di sana keduanya terlibat adu mulut. Melihat itu, warga yang melihat berupaya melerai. Tiba-tiba korban mengeluarkan pisau lipat dan langsung menusuk perut Paris Pratama.

Tersangka yang sedari awal sudah emosi kemudian mengambil celurit dan membacok kepala korban hingga ia tersungkur bersimbah darah.

Korban lalu dibawa ke RSUD Bali Mandara, namun karena lukanya parah, ia dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar dan meninggal dunia saat dalam perawatan, Minggu (11/10/2020) sekitar pukul 12.00 Wita.

“Motif tersangka membacok korban karena tidak terima dan emosi melihat temannya Paris Pratama ditusuk oleh korban,” terang Kapolsek didampingi Kanit Reskrim AKP Hadimastika KP. (agw)