Basarnas Hentikan Operasi Pencarian KM Tanjung Permai yang Hilang di Selat Badung

Pencarian KM Tanjung Permai dengan menggunakan helikopter oleh Basarnas Bali. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Tangis keluarga anak buah kapal (ABK) KM Tanjung Permai yang karam di Perairan Selat Badung bagian selatan sepekan lalu tak terbendung.

Ini setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan operasi pencarian terhadap kapal yang membawa 12 orang ABK tersebut.

“Operasi SAR dihentikan, hal ini sesuai dengan SOP di mana setelah 7 hari sejak laporan awal maka operasi pencarian ditutup,” terang Kepala Basarnas Bali Gede Darmada, Selasa (13/10/2020) di Denpasar.

Menurut Darmada, selama sepekan melakukan operasi, satu orang ABK ditemukan selamat, sementara 11 orang lainnya belum ditemukan.

Sebelum operasi ditutup, Senin (12/10/2020), Basarnas Bali mengerahkan helikopter BO-105 HR 1521 untuk mencari keberadaan kapal serta para ABK.

“Luas pencarian 192 Nm2 metode Paralel Search dengan menyisir ke arah perairan Uluwatu, perairan Tanah Lot hingga Tabanan. Namun karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal dan para ABK, heli kembali mendarat di helipad,” tuturnya.

Di tempat berbeda, tim rescue Pos SAR Banyuwangi dengan 5 personel melakukan pencarian di Perairan Grajagan menggunakan Rubber Boat. Perairan Grajagan merupakan lokasi ditemukan satu korban selamat.

Di Posko SAR Gabungan Benoa, Basarnas Bali melakukan koordinasi dengan instansi terkait, unsur SAR lainnya, pihak agen kapal dan keluarga korban. Pertemuan yang berlangsung kurang lebih 1,5 jam lamanya ini untuk membahas penutupan operasi SAR.

“Proses pencarian bisa dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda adanya korban,” papar Darmada.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kapal ikan dengan 12 anak buah kapal hilang kontak ketika berada di Selat Badung, Selasa (6/10/2020). Saat operasi SAR memasuki hari ke tiga, satu korban berhasil ditemukan oleh kapal pariwisata yang kebetulan melintas di Perairan Granjangan dalam keadaan selamat.

BACA JUGA:  Keluar Areal Bandara Ngurah Rai, Mobil Jeep Terbakar

Basarnas dalam pencarian mengerahkan helikopter dan alat utama lainnya seperti KN SAR Arjuna 229, RIB dan juga rubber boat. Selain itu juga dilakukan kerjasama untuk melakukan pemapelan melalui VTS Benoa terhadap kapal-kapal yang melalui area diduga kapal tenggelam. (agw)