Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Pemilik Akun Fb “CA” Dilaporkan ke Polda Bali

Pelapor memperlihatkan bukti surat laporan ke Ditreskrimsus Polda Bali pada Sabtu (10/10/2020).

Beritabalionline.com – Pemilik akun facebook berinisial CA dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Bali atas perbuatan pencemaran nama baik dan tidak menyenangkan, lantaran memposting foto seorang perempuan bernama Waidhisastra yang disandingkan dengan gambar Mak Lampir.

Yang membuat pelapor geram, selain disandingkan dengan gambar seorang tokoh jahat dalam serial film Saur Sepuh tersebut, CA juga menambahkan beberapa kalimat/caption dalam postingan di akun miliknya.

“Saya melapor karena dia sudah membuat postingan bernada penghinaan dan mencemarkan nama baik saya,” tuturnya saat ditemui usai melapor ke Ditreskrimsus Polda Bali, Sabtu (10/10/2020) siang.

Pelapor mengaku heran lantaran ia merasa tidak pernah mempunyai persoalan dengan CA yang dikenalnya sekitar delapan bulan yang lalu di sebuah sanggar senam di daerah Dalung, Kuta Utara, Badung.

Ia lalu menerangkan, permasalahan ini diduga bermula ketika tengah berada di salah satu tempat/sanggar senam di kawasan Dalung pada Selasa (6/10/2020) lalu. CA saat itu keberatan pelapor mengambil posisi disampingnya dan menunjukkan sikap tidak ramah kepada pelapor. Namun hal itu tidak dihiraukannya dan tetap melanjutkan senam.

Dijelaskan, sebelumnya sekitar delapan bulan lalu, CA pernah menghampirinya dan bertanya apakah pelapor ada mempunyai masalah dengan anggota sanggar lainnya.

Saat itu pelapor mengatakan benar ada masalah utang piutang, yakni yang bersangkutan pernah meminjam uang sama pelapor. Di sana CA lantas menimpali jika orang yang dimaksud perilakunya tidak baik dengan orang lain.

“Obrolan tersebut rupanya disampaikan ke orang tadi. Disitu saya jengkel, karena merasa saya diadu domba dan faktanya diputar balikkan. Dari situ kemudian saya blokir pertemanan di facebook dengan dia,” ungkapnya.

Namun pada Rabu (7/10/2020) malam, teman pelapor mengirim capture berisi postingan fotonya disandingkan dengan tokoh jahat Mak Lampir di facebook.

Belakangan melalui pesan WhatsApp CA justru marah marah dan seolah menantang serta menyuruh korban melapor ke kantor polisi.

“Jadi hari ini saya datang melapor ke kantor polisi. Ini sebagai bentuk pelajaran agar kita saling menghormati privasi satu sama lain. Saya melapor dengan membawa bukti berupa capture postingan dia di facebook berisi foto saya dengan isi tulisan, ‘Ada yg kenal jeleme nenek lampir ini gk… Klu teman2 knal tlng kasi tahu dia suruh nemuin saya atau saya yang cari dia…pingin di viralkan ini rupanya ratu dedemit…!!!’. 

Lanjut pelapor, meskipun postingan tersebut sudah dihapus, tapi saya yakin polisi bisa menelusuri jejak digitalnya meski dia berusaha menghilangkan barang bukti. Saya ingin polisi memproses laporan ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar ke depan tidak menjadi preseden buruk, yakni menghina orang seenaknya di medsos yang merupakan ruang publik,” tandasnya. (agw)