Belum Ada Desa Wisata di Gianyar Ajukan Sertifkasi

AA Gede Putrawan. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Dinas Pariwisata Gianyar sampai saat ini terus melakukan verifikasi terhadap usaha pariwisata baik akomodasi, destinasi dan usaha pariwisata lainnya ke Dinas Pariwisata. Pengajuan permohonan melalui surat elektronik (email) diajukan ke Dispar Gianyar.

Walau demikian, dari ribuan usaha pariwiaata di Gianyar, sampai Jumat  (9/10/2020)  tercatat 155 usaha pariwisata yang sudah menerima sertifikat. Dari 155 tersebut, hotel yang sudah mengantingi sertifikat sebanyak 119, restoran 13, DTW 23. Sedangkan dari 21 desa wisata yang ada di Gianyar, sama sekali belum ada yang bersertifikat. Kadis Pariwisata, A A Gede Putrawan Mengakui kalau desa wisata di Gianyar belum ada yang mengajukan sertifikasi kelayakan protokol kesehatan covid 19.

“Saya berharap sih, desa wisata mengajukan sertifikasi, kni agar memulihkan kepercayaan wisatawan domestik,” harapnya.

Selain itu, usaha akomodasi juga diharapkan mengajukan sertifikasi ke Dispar Gianyar. Hal ini bertujuan selain menyelamatkan pekerja di usaha pariwisata juga menjamin kepada pengunjung bahwa usaha tersebut sudah memenuhu standar untuk dikunjungi. Disinggungnya sampai saat ini DTW di Gianyar sudah hampir semua mengantongi sertifikat, walau ada yangbsedang berbenah.

Disisi lain, dari 21 desa wisata yang ada di Gianyar, selama masa pandemi ini agar melakukan pembenahan obyek, sehingga saat pariwisata benar-benar dibuka, sudah siap menerima kunjungan wisata dan sudah menjalankan protokol kesehatan.

Sedangkan usaha pariwiaata perhotelan juga diharapkan mengajukan sertifikasi, karena hal untuk memberikan jaminan bahwa protokol kesehatan sudah dilaksanakan. “Untuk akomodadi baik hotel bintang dan non bintang baru sedikit, dari ribuan akomodasi yang ada.” pungkasnya.(yes)

BACA JUGA:  Pascateror Bom di Mabes Polri, Penjagaan Mapolresta Denpasar Diperketat