Meski Tak Terbukti Lakukan Penyekapan, Pelda Muhaji Terancam Hukuman Disiplin

Dirkrimum Polda Bali Kombes Pol. Dodi Rahmawan memberi keterangan terkait dugaan kasus penyekapan. (FOTO : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polisi menyatakan tidak ditemukan adanya kasus pidana terkait kasus dugaan penyekapan di sebuah rumah Jalan Bantas Dukuh Sari, Gang Merak nomor 18, Denpasar Selatan.

“Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di TKP dan hasil perkembangan penyelidikan atas peristiwa yang terjadi, belum ditemukan adanya suatu tindak pidana sebagaimana dugaan dari media sosial yang telah viral bahwa ada penyekapan,” ucap Dirkrimum Polda Bali Kombes Pol. Dodi Rahmawan, Selasa (6/10/2020) di Mapolda Bali.

Peristiwa bermula ketika beberapa orang datang ke rumah yang dikontrak Hendra untuk memasang papan bertuliskan pengumuman tentang kepemilikan lahan berdasarkan sertifikat hak milik (SHM) nomor 11392 atas nama Pelda Muhaji, anggota Minvetcad Kodam IX/Udayana, Jumat (2/10/2020) sekitar pukul 15.00 Wita.

Di mana pemasangan bener secara permanen menutup rapat depan pintu pagar serta dikunci dengan menggunakan gembok. Padahal di dalam rumah tersebut ada tiga orang anggota keluarga Hendra.

“Sehingga pihak penghuni rumah merasa terganggu lantaran di dalam ada tiga orang tidak bisa keluar rumah dikarenakan terkunci,” ucap Kombes Dodi.

Menerima laporan, sekitar pukul 21.30 Wita aparat kepolisian dari Polda Bali dengan dipimpin langsung oleh Dirkrimum Polda Bali Kombes Pol. Dodi Rahmawan mendatangi lokasi untuk membuka papan bener yang terpasang dan memotong gembok pagar yang terkunci.

“Ketiga orang yang berada di dalam rumah kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis dari RS Bhayangkara Denpasar. Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda kekerasan fisik, dan mereka dalam kondisi sehat,” jelas Dirkrimum.

Ditanya alasan penutupan rumah sehingga muncul kabar bahwa telah terjadi penyekapan, Dirkrimum menyatakan bahwa Muhaji merasa punya hak atas lahan yang ditempati Hendra dan keluarganya.

BACA JUGA:  Siswi SMK Bantah Jadi Pemeran Video Asusila, Kasusnya Dilaporkan ke Reskrimsus Polda Bali

Di tempat yang sama Kakumdam IX/Udayana Kolonel Chk Edhi Purwanto menyatakan, pascamunculnya kasus tersebut pihak Pomdam telah memanggil Pelda Muhaji untuk dimintai keterangan.

Dikatakan, Pomdam tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap ada atau tidak ada unsur pidana yang dilakukan Pelda Muhaji.

“Temuan awal seperti yang disampaikan Direskrimum tadi, belum adanya tindak pidana penyekapan,” jelasnya.

Kendati demikian lanjut Kolonel Edhi, meskipun tidak ditemukan adanya tindak pidana, tidak menutup kemungkinan Pelda Muhaji akan menerima tindakan disiplin.

“Di dalam TNI tidak hanya mengenal hukum pidana, tetapi juga mengenal hukum disiplin. Artinya, kalau tidak ditemukan unsur pidana tapi yang bersangkutan ternyata melanggar disiplin, tetap kita jatuhi hukuman disiplin,” tegasnya. (agw)