22 Perbekel di Klungkung Dilantik, Bupati Ingatkan Masalah Sampah

Pelantikan 22 Perbekel terpilih di Klungkung di TOSS Kusamba.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Pelantikan 22 perbekel terpilih di Kabupaten Klungkung dilaksanakan di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Desa Kusamba, Klungkung, Selasa (6/10/2020).

Pelantikan yang tetap menerapkan protokol kesehatan ini dilaksanakan di tempat olah sampah agar para perbekel dapat menyelesaikan masalah sampah diwilayahnya.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyebutkan bahwa saat ini masalah sampah di desa menjadi salah satu fokus yang harus diselesaikan oleh perbekel. Bahkan menurut Suwirta, saat ini hampir semua di desa belum mampu mengolah sampahnya secara mandiri.
“Desa masih banyak buang sampah ke TPA. Masalah sampah jangan lagi dibebankan ke Pemkab. Setiap desa harus bisa tuntaskan masalah sampah di wilayahnya masing-masing,” tegas Suwirta kepada para perbekel yang baru dilantik.

Pihaknya juga menegaskan, tahun 2021 dana alokasi desa akan difokuskan untuk penanganan sampah dan kemiskinan di desa. Sehingga tidak ada lagi alasan desa, tidak bisa mengatasi masalah sampah di wilayahnya.

“Saya rasa tinggal komitmen dari desa saja, untuk ikut bergerak menanggulangi masalah sampah. Masyarakat di perkotaan saat ini sudah lebih dari 80 persen, mentaati aturan pemilahan sampah. Sekarang masyarakat di desa yang diarahkan untuk pemilahan, dan sampahnya dikelola langsung di desa,” ujar Bupati asal Ceningan.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta memberikan motivasi kepada 22 perbekel yang baru dilantik agar mampu mewujudkan desa yang maju dan mandiri. Hal ini dilakukan dengan menggali dan mengembangkan potensi yang ada di desanya.

“Semua orang memiliki kemampuan dan potensi, cuma tidak semua memiliki kesempatan dan ruang untuk mengembangkan desa. Perbekel yang memiliki kesempatan ini lah, yang harus memulai. Bagaimana nanti mampu menciptakan desa yang maju dan mandiri,” jelas Suwirta.

BACA JUGA:  Sambut Hari Ibu, Pemkot Denpasar Gelar Seminar 'Kedudukan Perempuan Bali dalam Hukum Adat Bali'

Suwirta juga meminta perbekel untuk menegakan beberapa perda Klungkung, seperti penegakan kawasan tanpa rokok, serta penerapan protokol kesehatan.

“Jika nanti ada warung yang masih pasang iklan rokok, berarti perbekel tidak pernah turun ke lapangan,” ungkap Suwirta. (tim)