Peringati Hari Batik Nasional 2020, Kemendikbud Luncurkan Sentral Pasar Digital Batik “Kuklik Batik”

Kain batik sepanjang 74 meter yang diberi nama Kain Batik Garuda Nausantara oleh Presiden Joko Widodo. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Bertepan dengan Hari Batik Nasional, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Sentral Pasar Digital Batik “Kuklik Batik”.

“Dengan mengucapkan bismillaalahirrahimaanirrohiim, saya luncurkan Sentral Pasar Digital Batik Indonesia Kuklik Batik. Semoga kehadiran kuklik batik dapat membawa corak baru dalam upaya pemajuan kebudayaan,” kata Mendikbud saat hadir dalam peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2020 secara virtual di Jakarta, Jumat (2/10/2020) malam.

Mendikbud berharap kehadiran pasar digital batik ini membuka akses seluas-luasnya bagi peminat batik di Indonesia dan mancanegara agar tidak hanya mengangkat perkeonomian tetapi juga mendorong edukasi dan pelestarian batik.

“Jadikan insiatif ini sebagai contoh, perbanyak serta kembangkan terus,” ujar Mendikbud.

Sentral Pasar Digital Batik Indonesia “Kuklik Batik” sendiri diinisiasi oleh Yayasan Canting Batik Indonesia. Yayasan ini bergotong royong dengan para pengrajin batik mengurasi batik-batik yang ada di Indonesia dari para pengrajin serta maestro batik Indonesia.

Pada malam peluncuran, untuk pertama kalinya kain batik sepanjang 74 meter diberi nama oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kain Batik Garuda Nausantara. Kain batik tersebut dibentangkan setelah selesai dibuat selama 12 bulan sejak penggoresan malam pertama dicantumkan oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Agustus 2019.

Kain batik ini dibuat dengan melibatkan puluhan pembatik dari sentra-sentra batik di nusantara, dibuat dengan proses batik halus pada kedua sisi dengan warna alami sepanjang 74 meter tanpa potongan yang melambangkan 74 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2019 yang lalu.

Dimulai dengan motif Garuda atau Gurdo yang merepresentasikan simbol Garuda Pancasila sebagai Dasar Negera Republik Indonesia. Kemudian diselingi dengan motif batik tradisional lainnya seperti Parang, Kawung, Sekar Jaga dan Sudo Mukti dengan diakhiri dengan motif baru Garuda Nusantara.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Ambon dan Labuan Bajo 5,0

Seperti diketahui, batik didaftarkan pemerintah ke UNESCO dan berhasil masuk dalam daftar Warisan Budaya TakBenda dari Indonesia yang ditetapkan UNESCO pada 4 September 2008. Kemudian, 9 Januari 2009 UNESCO menerima pendaftaran tersebut secara resmi dan dilakukan pengujian tertutup, 11-14 Mei 2009 oleh UNESCO di Paris. (agw)