Pandemi Covid Tak Surutkan Semangat Kodim Badung Tuntaskan Progam TMMD

Pengerjaan fisik berupa pembuatan senderan sungai oleh Satgas TMMD Kodim 1611/Badung bersama masyarakat. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Kebersamaan personel Satuan Tugas (Satgas) Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 Kodim 1611/Badung dengan masyarakat Banjar Kertajiwa, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur terasa kental.

Masyarakat tampak penuh semangat dalam turut menuntaskan semua program sasaran TMMD yang sudah ditentukan sampai menjelang penutupan pada 21 Oktober 2020 mendatang.

“Melihat kebersamaan antara Satgas TMMD dengan masyarakat, hal ini merupakan wujud manfaat TMMD sebagai sebuah kolaborasi pembangunan yang melibatkan TNI dan pemerintah daerah dalam hal ini Kodim 1611/Badung dengan Pemerintah Kota Denpasar,” ucap Dandim 1611/Badung Kolonel Infanteri I Made Alit Yudana, Sabtu (3/10/2020) di Denpasar.

Kendati demikian kata Dandim, aspek kesehatan tak dikesampingkan ketika Satgas TMMD dan masyarakat bergotong royong menuntaskan seluruh pengerjaan fisik.

Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2020 di Banjar Kertajiwa, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur tidak justeru menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“TMMD kali ini berbeda kondisi, di mana kita sedang menghadapi pandemi Covid-19. Kita harus memikirkan aspek kesehatan dan keselamatan personel serta masyarakat selama berlangsungnya pelaksanaan TMMD selama sebulan tersebut,” terangnya.

“Penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan TMMD bagi seluruh personel Satgas dan masyarakat yang terlibat menjadi suatu keharusan. Penerapan 3 M, yaitu rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, selalu memakai masker saat bekerja dan menjaga jarak aman atau physical distancing dilakukan secara ketat,” beber Dandim.

Sementara memasuki pekan kedua pelaksanaan TMMD oleh Kodim 1611/Badung semakin dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat setempat. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Kesiman Kertalangu I Made Swena.

BACA JUGA:  Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Sebagian Wilayah Bali Diguyur Hujan Deras

Menurut Made, pihaknya merasa sangat terbantu dengan dibangunnya jalan usaha tani karena mempermudah warga masyarakatnya dalam akses transportasi pengangkutan hasil pertanian, pengembangan desa wisata yang berbasis pada lingkungan pertanian serta tersedianya fasilitas olahraga berupa jogging track.

Dirinya juga berterima kasih terhadap program bedah rumah yang diberikan kepada 2 warga desanya di Banjar Kertajiwa.

“Program bedah rumah ini tentu akan sangat bermanfaat bagi warga kami karena mereka memiliki hunian yang layak dan sehat,” ucapnya.

Dikatakan pula, program TMMD bisa menjadi solusi bagi masyarakat pedesaan di samping berbagai pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah.

“Semoga TMMD Ke 109 Kodim 1611/Badung berjalan sukses dan lancar, semua sasaran dapat dituntaskan,” ujarnya bersama warga setempat.

Sesuai yang sudah direncanakan dari awal pelaksanaan, TMMD ke 109 Kodim 1611/Badung dengan anggaran Rp1,2 milyar ini akan menuntaskan dua sasaran besar yaitu fisik dan non fisik.

Sasaran fisik meliputi perbaikan jalan lingkungan, pembangunan jembatan Jalan Ulun Carik dengan Jalan Bakung I Banjar Kertajiwa dengan spesifikasi panjang 3 meter, lebar 2 meter sebanyak 2 unit.

Kemudian pengerjaan perabatan Jalan Ulun Carik sampai dengan depan Pura Kahyangan Banjar Kertajiwa dengan spesifikasi panjang 150 meter, lebar 1,2 meter dan volume 180 meter persegi.

Lalu pengerjaan sasaran fisik penyenderan dan perabatan aliran Subak sampai dengan Empelan Subak Embung Banjar Kertajiwa dengan spesifikasi pengerjaan senderan panjang 700 meter, lebar atas 0,4 meter, lebar bawah 0,8 meter, tinggi 2 meter serta pengerjaan perabatan panjang 350 meter dan lebar 1,2 meter dengan volume 420 meter persegi.

Juga bedah rumah bagi 2 warga kurang mampu di Banjar Kertajiwa. Dua unit bedah rumah dimaksud bagi warga bernama I Wayan Riki dengan spesifikasi panjang 6 meter, lebar 5 meter, tinggi 3 meter dengan volume bangunan 30 meter persegi. Warga lainnya atas nama I Wayan Wardana dengan spesifikasi panjang 3,5 meter, lebar 5,5 meter, tinggi 3 meter dengan volume bangunan 19,25 meter persegi.

BACA JUGA:  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 40 Orang, Persebaran OTG Didominasi Keluarga

Sementara program sasaran non fisik meliputi berbagai sosialisasi dan pembekalan untuk meningkatkan serta memantapkan wawasan kebangsaan dan pengetahuan masyarakat, diantaranya sosialisasi kegiatan PKK, penyuluhan bela negara, penyuluhan wawasan kebangsaan, sosialisasi narkoba, sosialisasi bahaya teroris dan paham radikalisme, sosialisasi keagamaan, sosialisasi lingkungan hidup dan kehutan, sosialisasi pertanian, penyuluhan hukum dan Kamtibmas serta penyuluhan KB Kesehatan. (agw)