Klaim Telah Jalankan Program, PLN UID Bali Optimis Raih Predikat Gold dalam BUMN CSR Award 2020

SRM General Affairs PLN Bali, B.I Putu Priyatna. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Kendati di tengah pandemi Covid-19, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali optimis kembali meraih predikat gold dalam BUMN CSR Award yang digelar setiap tahun oleh DPR RI.

“Tahun lalu kami dapat predikat gold, tahun ini kami sudah menjalani program yang ada sehingga optimis tahun ini bisa kembali meraih predikat gold,” ucap SRM General Affairs PLN Bali, B.I Putu Priyatna usai Penilaian BUMN CSR Award & Temu Media Rutin, Senin (28/9/2020) di Kantor PLN UID Bali, Denpasar.

Menurut Priyatna, CSR (Corporate Social Responsibility) yang disalurkan PLN Bali terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2018 nilai CSR yang disalurkan Rp1,6 miliar, tahun 2019 meningkat menjadi Rp1,9 miliar dan tahun 2020 nilainya Rp2,4 miliar.

“Sampai saat ini sudah 93 persen lebih CSR tersalurkan,” jelasnya.

Dikatakan, adapun penyaluran CSR antara lain untuk bidang kesehatan, perbaikan sarana ibadah, pelestarian alam dan program pengentasan kemiskinan.

“Dana CSR terbesar saat ini untuk pengentasan kemiskinan seperti bedah rumah, pembuatan MCK, dan lain-lain,” ucap Priyatna.

Salah satu dewan juri dari kalangan jurnalis Drs. I.B. Putu Sudiarta mengatakan, penilaian kali ini merupakan yang ketiga sejak BUMN CSR Award digelar tahun 2018 lalu.

“Kita cek satu persatu apa progam yang sudah dilaksanakan BUMN bersangkutan. Kalau tidak sesuai kita coret dan otomatis nilainya dikurangi,” kata Sudiarta.

Sementara Ketua Panitia BUMN CSR Awards 2020 Wahyu Widiana menjelaskan terdapat 5 orang dewan juri dalam penilaian yang terdiri dari kalangan akademisi, praktisi bisnis dan jurnalis.

Tahun ini jelasnya ada 27 BUMN di seluruh Bali yang dinilai. Penilaian dimulai 28 September 2020 hingga 25 November 2020.

BACA JUGA:  Petugas Gunakan APD Evakuasi Jenazah WN Australia di Peguyangan

“Pada 10 Desember 2020 merupakan acara puncak. Tim penilai akan mengkonfirmasi bagaimana 18 indikator yang jadi penilaian apa sudah berjalan dengan baik. Apa perlu dievaluasi lagi,” ujarnya. (agw)