Diduga Alami Depresi, Seorang PNS di Klungkung Ditemukan Tewas Gantung Diri

Ilustrasi.

Beritabalionline.com – Diduga mengalami depresi berat, I Komang Wijaya (37)  seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKP klungkung nekat menghakiri hidupnya,  dengan gantung diri menggunakan kain kamen bermotif batik.

Kapolsek Klungkung Kompol Nyoman Suparta membenarkan pihaknya menerima laporan adanya warga gantung diri tersebut. Adapun yang melaporkan peristiwa tersebut I Nyoman Suenten (58), orangtua korban yang juga PNS, alamat Jalan Kebo Iwa Gang IV No 22 Lingkungan Bucu Kelurahan Semarapura Tengah, Klungkung.

Peristiwa tragis ini diketahui istri korban Ni Luh Yulianti (20), alamat Dewi Sartika Gang I Lingkungan Bendul Kelurahan Semarapura Tengah, dan Anak Agung Gede Anom (52) Kaling Bucu, alamat Jalan Imam Bonjol No 7 Kelurahan Semarapura Tengah Klungkung.

Kapolsek menuturkan, awal mula peristiwa itu terjadi pada hari Minggu 27 September 2020 sekira pukul 23.30 Wita, pelapor orangtua korban I Nyoman Suenten dicari oleh saksi  istri korban Ni Luh Yulianti  di rumahnya di Jalan Kebo Iwa. Yulianti mengatakan bahwa suaminya (korban) tidak ada di rumah.

Kemudian pelapor I Nyoman Suenten dan Yulianti bersama-sama mencari korban di sekitar tempat tinggalnya di rumahnya Jalan Rama Kelurahan Semarapura Klod Kangin Klungkung. Kemudian Yulianti  berinisiatif mencari korban di bangunan rumah yang belum selesai di depan rumah tempat tinggalnya.

Dengan bantuan penerangan senter HP, Yulianti kaget bukan main melihat suaminya Komang Wijaya sudah dalam keadaan meninggal dengan posisi leher tergantung menggunakan kain kamen motif batik.

Pelapor I Nyoman Suenten dan Yulianti histeris menyaksikan kejadian yang memilukan itu. Kemudian ia menghubungi Anak Agung Gede Anom dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Klungkung.

Menurut Kapolsek Klungkung Kompol Nyoman Suparta SH, korban kemungkinan depresi, seperti yang disampaikan orangtua korban dalam laporannya.

BACA JUGA:  Penyebaran Covid-19 di Denpasar Kini Didominasi Klaster Pekerja Swasta dan BUMN

Dari pemeriksaan luar oleh unit Identifikasi Polres Klungkung tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pada saat ditemukan, pada tubuh korban berupa mulut korban menjulur keluar, air mani dan tinja keluar yang merupakan ciri-ciri murni korban gantung diri.

“Korban ketika masih di bangku SMA sudah pernah masuk dan dirawat di RS Jiwa Bangli. Menurut tetangga korban seperti kurang tenang. Sedangkan menurut istrinya korban, tidak ada menunjukkan hal-hal yang aneh. Dan saat ini korban rutin kontrol ke dokter. Kuat dugaan korban nekat mengakhiri hidupnya karena sakitnya tidak kunjung sembuh,” ujar Kapolsek.

Sementara dari pihak keluarga berencana membawa jasad korban ke rumah orangtuanya di Jalan Kebo Iwa Gang IV No 22 Lingkungan Bucu Kelurahan Semarapura Tengah, Klungkung untuk prosesi upacaranya. (tim)