Dukung Pembangunan Infrastruktur, Bupati Suwirta Rencana Utang Rp 140 Miliar

Bupati Suwirta saat mengikuti rapat secara virtual.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berencana melakukan pinjaman sebesar Rp 140 miliar, memanfaatkan program pinjaman daerah yang dikucurkan Pemerintah Pusat. Program ini dalam rangka mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pinjaman PEN Daerah dari Kementerian Keuangan disalurkan melalui PT. SaranaMulti Infrastruktur (SMI). Bupati Klungkung berkesempatan menghadiri rapat tehnis secara virtual dengan pihak PT SMI, Kamis (24/9/2020). Setelah mendengarkan pemaparan pihak PT. SMI, Suwirta tertarik dan meminta, PDAM Klungkung dan RSUD Klungkung bergerak cepat dan dapat menangkap peluang yang ada.

Suwirta melirik pinjaman daerah untuk pembangnan instalasi air bersih di Nusa Penida serta untuk pembiayaan pembangunan gedung di RSU Klungkung.

“Saya optimis jika kedua sarana itu mendapatkan bantuan dari PT SMI maka akan dapat menambah PAD Klungkung dan memberikan kenyaman dan kesejahteraan bagi masyarakat Klungkung,” ujar Bupati Suwirta.

Dirinya mengajak instansi terkait agar perhatian dan kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat ke Kabupaten Klungkung tidak disia-siakan. “Mari berproses untuk menjadikan Klungkung unggul dan sejahtera,” ajak Bupati Suwirta.

Kepada wartawan ia menyampaikan sesuai perhitungan, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur dimaksud sekitar Rp 140 miliar.

Ia mengatakan alasan kenapa rencana pinjaman itu diarahkan untuk pembangunan instalasi air minum, untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi industri pariwisata di Nusa Penida serta kebutuhan masyarakat di Kecamatan Nusa Penida.

“Dimana  Kecamatan Nusa Penida merupakan titik ungkit pendapatan asli daerah Kabupaten Klungkung,” katanya. Ia juga mengungkapkan alasan melakukan pinjaman untuk pembangunan di RSU, dalam rangka memberikan peningkatan pelayanan yang baik dibidang kesehatan.

Perwakilan PT. SMI Nanang, menjelaskan, PT. SMI merupakan  perusahaan pembiayaan khusus infrastruktur, yang didirikan untuk menjadi katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Termasuk mendukung skema kerjasama pemerintah- badan usaha.
PT.SMI membiayai sepuluh sektor infrastruktur dasar dan enam sektor infrastruktur sosial. Kesepuluh sektor infrastruktur dasar tersebut adalah ketenagalistrikan, transportasi, telekomunikasi, rollings stock kereta api, minyak dan gas, energy efisiensi, air minum, jalan dan jembatan, irigrasi, dan manajemen air limbah dan persampahan. (tim)

BACA JUGA:  Kapolresta Harap Pelaksanaan Pilkada 2020 Kedepankan Protokol Kesehatan