Bahas Ekonomi Hijau di Era Pandemi, Gubernur Bali Harap Hasilkan Berbagai Rumusan Terkait Pemulihan Ekonomi

Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) memberi sambutan pada acara Working Visit and Focus Group Discussion yang diselenggarakan BKSAP DPR RI. (FOTO : Ist)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali Wayan Koster berkesempatan memberikan sambutan dalam acara Working Visit and Focus Group Discussion dengan tema “Reshaping Indonesia’s Green Economy Agenda in the Struggle of Post-Covid 19 Recovery: Enhancing the Roles of Parliament through Innovative Citizen Engagements” yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI secara semi daring di The Patra Hotel, Tuban, Kabupaten Badung, Rabu (23/9/2020).

Koster memberi apresiasi dipilihnya Bali sebagai tempat pertemuan berskala internasional oleh BKSAP DPR RI sehingga membantu provinsi Bali dalam upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali yang sangat terpukul sebagai dampak dari pandemi Covid 19.

Dalam sambutannya Gubernur berharap vibrasi kesucian dan keindahan alam Bali serta keramahtamahan masyarakatnya akan memberikan kekuatan dan inspirasi bagi seluruh peserta pertemuan sehingga pertemuan ini dapat berlangsung dengan baik, lancar dan sukses dalam suasana pandemi covid 19.

“Kita semua berharap banyak pertemuan ini akan menghasilkan berbagai rumusan mengenai hal-hal terbaik bagi upaya pemulihan ekonomi sesuai dengan tema Reshaping Indonesia’s Green Economy Agenda in the Struggle of Post-Covid 19 Recovery,” harapnya.

Menurut gubernur, tema ini sangat tepat dan sesuai dengan visi pembangunan Bali yang berbasis pada kearifan lokal Sad Kertih. Sejalan dengan tema ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali saat ini sedang melaksanakan regulasi berupa peraturan daerah (Perda) dan peraturan gubernur (Pergub) dengan kebijakan dan program pembangunan perekonomian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Seperti sistem pertanian organik, pembangunan industri berbasis budaya branding bali, standar penyelenggaraan kepariwisataan budaya Bali, Bali energi bersih, penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, pengelolaan sampah berbasis sumber serta perlindungan danau, mata air, sungai dan laut.

BACA JUGA:  Kernet Truk Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Pada kesempatan ini, Gubernur Koster memperkenalkan bagaimana masyarakat Bali memandang pandemi dalam perspektif kearifan lokal. Menurut dia, dalam keyakinan masyarakat Bali wabah penyakit merupakan bagian dari siklus alam yang bisa datang berulang dalam kurun waktu dasawarsa, abad atau milenium.

“Munculnya wabah penyakit merupakan penanda adanya ketidakharmonisan atau ketidakseimbangan alam beserta isinya pada tingkatan berbahaya akibat ulah manusia yang tidak terkendali dalam berbagai aspek seperti eksploitasi alam,” demikian Gubernur Koster. (ist)