Giri Prasta Hadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Dalem Penataran Nyelati

Bupati Giri Prasta meninjau sungai yang menjadi hulu Subak Gede Asta Buana Cangi, Kamis (17/9), di Desa Kuwum Mengwi. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Bertepatan dengan Umanis Galungan, Kamis (17/9/2020), Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan keuangan khusus (BKK) Rp 800 juta untuk Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit Panca Sanak Madurga di Pura Dalem Penataran Nyelati.

Pada kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta juga melakukan serah terima pembangunan Pura Dalem Kahyangan dan jalan wisata sepanjang 7 km, yang masing-masing menghabiskan dana Rp 7,5 miliar untuk Pura Dalem Kahyangan, dan Rp 14 miliar untuk jalan wisata bersumber dari APBD Kabupaten Badung. Serah terima berlangsung di Wantilan Pura Dalem Kahyangan Banjar Adat Nyelati, Desa Kuwum, Mengwi.

Di hadapan krama Banjar Adat Nyelati, Bupati Giri Prasta menyampaikan komitmennya untuk menyempurnakan pembangunan jalan wisata dengan menghidupkan Pokdarwis. Demikian pula upaya mengoptimalkan fungsi pasar seni dan rest area yang ada di pinggir jalan Denpasar-Singaraja, yang masuk wilayah Banjar Adat Nyelati.

“Kami prioritaskan krama Banjar Adat Nyelati untuk mengelola dan membangun usaha di lingkungan jalan wisata maupun di pasar seni dan rest area jalan Denpasar-Singaraja. Ini wujud keberpihakan kami menjadikan masyarakat Nyelati menjadi tuan di rumah sendiri,” tegasnya.

Bupati juga merasa bangga atas rasa tindih, jengah dan wirang masyarakat Nyelati, yang tidak menuntut biaya ganti rugi seper pun atas pembebasan lahan warga yang digunakan menjadi jalan wisata tersebut. “Selaku pimpinan kami sangat bangga atas rasa tindih, jengah dan wirang krama Banjar Adat Nyelati dalam membangun jalan wisata. Sebagai wujud satya wecana kami atas permohonan masyarakat Banjar Adat Nyelati, hari ini kami melakukan serah terima pasca rampungnya pembangunan menyeluruh Pura Dalem Kahyangan dan pembangunan jalan wisata sepanjang Rp 7 km yang menghabiskan dana masing-masing Rp 7,5 miliar untuk Pura Dalem, dan Rp 14 miliar untuk jalan wisata, yang semuanya bersumber dari APBD Kabupaten Badung,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Pemprov Bali, PHDI dan MDA Keluarkan Kebijakan Nyepi Tahun Saka 1942

Lebih lanjut Giri Prasta mengatakan, akan mendukung penuh keinginan masyarakat Banjar Adat Nyelati dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. “Berkenaan dengan keinginan warga Nyelati membeli lahan sumber air yang selama ini sudah memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari warga, yang lokasinya terletak di wilayah Tabanan, tentu kami akan bantu sepenuhnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta didampingi anggota DPRD Badung sekaligus Bendesa Adat Kuwum Nyelati Wayan Regep dan Camat Mengwi Nyoman Suhartana, melakukan penanaman pohon ancak dan pohon beringin di lingkungan Pura Dalem Kahyangan Banjar Adat Nyelati. Serta meninjau sungai yang menjadi hulu Subak Gede Asta Buana Cangi yang memiliki luas wilayah 827 hektare. Sebagai bentuk dukungan dalam meningkatkan hasil produksi pertanian masyarakat, di hadapan krama subak, Bupati Giri Prasta menyampaikan komitmennya menata saluran irigasi yang ada di wilayah subak tersebut dengan menggunakan beton precast.

“Sungai yang menjadi hulu Subak Gede Asta Buana Cangi harus dijaga kelestariannya. Ke depan kami mengajak krama subak untuk menanam pohon pule, pohon kepah, kepuh dan bambu untuk menjaga sumber mata air. Demikian pula saluran irigasi dan terowongan akan kami tata dengan menggunakan beton precast, untuk mencegah kebocoran, sehingga air bisa dimanfaatkan secara maksimal krama subak,” ucapnya.

Sementara itu Kelian Adat Banjar Nyelati Gusti Bagus Kusuma Jaya menyampaikan terima kasih atas bantuan jalan Pokdarwis, pembangunan Pura Dalem Kahyangan dan bantuan dana BKK sebesar Rp 800 juta untuk membantu pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih Padudusan Alit Panca Sanak Madurga di Pura Dalem Penataran, yang semuanya bersumber dari APBD Badung.(tim)