Ny Putri Koster Persilakan Masyarakat Beraktivitas Normal Asal Terapkan Prokes

Ny Putri Suastini Koster saat dialog interaktif, Sabtu, 12 September 2020.

Beritabalionline.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster mengingatkan, setelah dimulainya tatanan kehidupan era baru di Provinsi Bali, masyarakat dapat beraktivitas kembali secara normal dengan syarat menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara baik dan benar sesuai apa yang menjadi imbauan pemerintah.

Ny Putri Suastini Koster mengatakan hal itu saat dialog interaktif  Perempuan Bali Bicara di Denpasar, Sabtu, 12 September 2020. “Tahap awal tatanan kehidupan era baru ini diberlakukan sejak 9 Juli 2020 lalu, di mana telah dibuka seperti akses pasar tradisional, tempat wisata, toko-toko ataupun fasilitas publik lainnya dalam skala lokal,” imbuh istri orang nomor satu di Bali itu.

Tatanan kehidupan era baru, kata Ny Putri Suastini Koster, semuanya secara ketat menerapkan prosedur protokol kesehatan. Di lapangan, dalam pelaksanaannya perlu pengawasan dalam penerapannya yang diwujudkan dengan kegiatan pendisiplinan warga masyarakat dalam beraktivitas.

Hal itu lantaran belum sepenuhnya masyarakat bisa menerapkan secara sadar sebagai bagian penting dalam keselamatan dan kesehatan untuk menghadapi pandemi Covid-19, yang sampai saat ini belum mereda atau menurun kasusnya. Dalam pengawasan dan monitoring, lanjutnya, telah dilakukan sinergi dengan aparat kepolisian, instansi pemerintah, Satpol PP, desa dinas, desa adat termasuk pecalang sebagai unsur pengamanan tradisional terlibat semua dalam tugas mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sasarannya antara lain pasar tradisional, toko-toko, tempat penyelenggaraan ibadah keagamaan dan juga tempat-tempat wisata yang sudah mulai dibuka termasuk fasilitas publik lainnya yang memang berdasarkan pertimbangan membutuhkan untuk diawasi dan dimonitor.

Dikatakannya, fokus pengawasan meliputi mobilitas masyarakat seperti di pasar bagaimana perilaku antara pengunjung pasar dan pembeli, apakah sudah menggunakan masker atau tidak.

BACA JUGA:  Ambil Bukti Tilang di Kejari Denpasar Cuma Butuh Waktu 35 Detik

“Kemudian apakah masker sudah digunakan dengan baik, tidak turun ke dagu atau saat transaksi dilepas karena dipikir lebih leluasa untuk berbicara?. Pada fasilitas publik semacam pasar atau tempat wisata apakah sudah dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, penyediaan fasilitas cuci tangan dan petugas tidak bosan untuk berteriak lewat pengeras suara menyampaikan untuk jaga jarak baik physical maupun social distancing?. Semua itu harus diawasi dan dimonitor,” ucapnya.

Dalam dialog interaktif bertema Sosialisasi Tatanan Kehidupan Bali Era Baru, yang juga menampilkan narasumber Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin itu, Ny Putri Suastini Koster juga mengatakan, penerapan disiplin dan penegakan hukum Protokol Kesehatan merupakan upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 dengan meningkatkan ketaatan dan kepatuhan kepentingan terhadap Protokol Kesehatan dalam beraktivitas dan berkegiatan.

Misalnya: pelayanan publik, transportasi, adat dan agama, seni dan budaya; pertanian, perikanan, dan kehutanan; perdagangan; lembaga keuangan bank dan non bank; kesehatan; jasa dan konstruksi, pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan hidup, sosial, fasilitas ketentraman, pendidikan/institusi pendidikan lainnya, kepemudaan dan olahraga, pariwisata, pemangku umum, ketertiban dan keamanan. Pergub tersebut subjek pengaturan perorangan dan pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau meliputi: penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

“Pemangku kepentingan wajib melaksanakan dan memastikan ditaatinya Protokol Kesehatan pada berbagai sektor kegiatan, mulai dari  perorangan wajib menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau dengan hand sanitizer, membatasi interaksi fisik dan selalu menjaga jarak,” katanya.

Ny Putri Koster mengingatkan agar kader PKK selalu membawa masker lebih di tasnya, sehingga saat menemukan seseorang yang tidak menggunakan masker di jalan, langsung bisa diedukasi sekaligus diberikan masker. Hal ini sebagai upaya meminimalisir penularan Covid-19 dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona. (hms)