Warga yang ‘Nampah’ Jelang Galungan Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Suasana di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Denpasar jelang Hari Raya Galungan.

Beritabalionline.com – Pelaksanaan Hari Suci Galungan dan Kuningan di Bali yang akan segera tiba memang memiliki keunikan tersendiri. Seperti halnya tradisi ‘Nampah’ atau memotong hewan yang biasa dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan Hari Suci Galungan yang dikenal dengan istilah Penampahan Galungan.

Terkait hal itu masyarakat Bali yang melaksanakan tradisi ‘nampah’ diimbau agar tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra saat diwawancarai Jumat (11/9) menjelaskan agar seluruh masyarakat turut memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih menjelang hari Suci Galungan.

Hal ini dapat dilakukan dengan pengecekan hewan sebelum dan sesudah disembelih oleh dokter hewan berwenang. Selain itu, penerapan protokol kesehatan mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak harus tetap dilaksanakan secara disiplin.

“Semua pihak agar selalu meningkatkan koordinasi, informasi dan edukasi agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan sanitasi yang ada, serta kepada konsumen agar tidak mengkonsumsi daging mentah (belum dimasak), sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mengkonsumsi daging saat perayaan Hari Suci Galungan, terlebih lagi penerapan protokol kesehatan yang harus tetap disiplin,” jelasnya.

Karenanya, pihaknya mengajak masyarakat melaksanakan pengecakan kesehatan hewan dan daging secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan jasa RPH untuk pemotongan. Sehingga tidak perlu berkumpul, melainkan masyarakat sudah mendapatkan daging bersih yang siap di olah.

Ambara Putra menambahkan, dalam menunjang kelancaran pemotongan hewan jelang hari besar keagamaan senantiasa melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang akan disembelih. Sehingga hewan yang disembelih nantinya menghasilkan daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. (hms)

BACA JUGA:  BMKG: Gempa 5,2 SR Guncang Bali Tak Berpotensi Tsunami