KONI Bali Gelar Sarasehan Olah Raga Serangkaian Haornas

Ketua Umum KONI  Bali Ketut Suwandi.

Beritabalionline.com – Memperingati Hari Olahraga Nasional tanggal 9 September, KONI Bali menyelenggarakan sarasehan dan diskusi terbatas olahraga melibatkan pelatih cabang olahraga dan beberapa atlet, yang nantinya berlaga di PON XX/2021 Papua.

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi didampingi Sekum IGN Oka Darmawan dan Wakil Ketua KONI Bali Maryoto Subekti, mengatakan Haornas kali ini hendaknya dijadikan momentum kebangkitan olahraga Bali di tengah pandemi Covid-19. Dalam beraktivitas, Suwandi mengingatkan agar menerapkan protokol kesehatan.

Di hadapan pelatih dan atlet, Suwandi mengatakan sebagai daerah mengandalkan sebagian besar perekonomiannya dari sektor pariwisata, pandemi ini sangat terasa bagi Bali, yang pada muaranya juga berpengaruh pada Pelatda KONI Bali.

“Pelatda Bali yang notabene dihuni atlet PON Bali (200 atlet lebih,red) hanya bisa kami alokasikan Rp 2 miliar lebih, itu hanya untuk tiga bulan saja. Bersyukur semangat atlet cukup tinggi untuk meneruskan Pelatda tersebut meski anggarannya tidak ada,” ujar Suwandi.

Seusai sarasehan dan diskusi terbatas, Ketut Suwandi lebih jauh soal Haornas mengatakan, pemerintah pusat melalui Kemenpora menentukan 3 tema yakni sport tourism, sport science dan sport industry. Menurut Suwandi, 3 tema itu bakal digalakkan terus ke penjuru Indonesia.

“Soal sport tourism. Pemerintah merancang supaya event olahraga itu ada unsur tourism atau wisata, baik itu turis lokal atau luar negeri. Diharapkan, sport tourism ini bisa mendatangkan devisa bagi negara. Dan khusus untuk Bali, sangat tepat sekali program tersebut, bahkan sudah berjalan dari tahun-tahun sebelumnya,” beber Suwandi.

Kemudian soal sport science. Seiring perkembangan jaman, juga berpengaruh ke urusan teknologi. Olahraga menurutnya tidak bisa maksimal dikembangkan secara konvensional. Oleh karena itu, teknologi dan ilmu pengetahuan dibutuhkan untuk mengembangkan dunia olahraga. “Butuh kajian serta riset agar berkontribusi nyata untuk prestasi ke depannya,” imbuh mantan Ketua KONI Badung ini.

BACA JUGA:  Pemkot Motivasi Atlet Ikut APG di Jakarta

Lalu soal sport industry. Dengan berkembangnya prestasi dan sport tourism, berdampak bagi industri olahraga, terutama sponsor baik itu untuk olahraga profesional, prestasi maupun rekreasi. Sehingga, perputaran ekonomi menjadi menyeluruh.

Namun sayangnya, keadaan dunia yang sedang dilanda pandemi virus Korona membuat semua kalangan olahraga merasa prihatin. Sehingga, kegiatan olahraga menjadi tersendat sementara.

“Kita harus optimis dan berdoa semoga pandemi ini segera berakhir. Terpenting adalah mental dari pelaku dunia olahraga yang harus tetap kuat di tengah cobaan ini. Tidak boleh putus berlatih, tidak boleh larut dan tetap mencari solusi untuk merencanakan hal yang baru ke depannya,” tandas Ketut Suwandi. (ist)