Januari-September 2020 Terjadi 335 Kasus Lakalantas di Denpasar, Didominasi Pengendara Motor

Penanganan korban lakalantas oleh petugas. (FOTO : ist)

Beritabalionline.com – Angka kasus kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polresta Denpasar selama pandemi Covid-19 bukannya menurun, namun tetap tinggi.

“Kecelakaan masih didominasi pengendara sepeda motor. Untuk penyebab dikarenakan kelalaian pengendara saat membawa kendaraan,” kata Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo, Rabu (9/9/2020) di Denpasar.

Menurutnya, di masa pandemi Covid volume kendaraan menurun sehingga kondisi di jalan raya sedikit lengang. Hal itu justeru membuat para pengendara lengah.

“Kondisi jalan yang lengang malah dimanfaatkan masyarakat dengan memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi. Hal ini yang memicu terjadinya lakalantas,” jelasnya.

Berdasarkan kasus serta pemetaan wilayah kata Kasat Lantas, wilayah rawan kecelakaan berada di sepanjang Jalan Gatot Subroto, Denpasar.

Untuk meminimalisir, personel Satlantas Polresta Denpasar yang selama ini berjaga di kawasan pariwisata seperti di Kuta, saat ini difokuskan memantau dan mengatur arus lalulintas di titik-titik rawan.

Sementara data diperoleh, dari bulan Januari 2020 hingga minggu pertama di bulan September telah terjadi 335 kasus lakalantas.

Dalam peristiwa tersebut, 63 orang meninggal dunia, 33 mengalami luka berat dan 472 pengendara mengalami luka ringan. Kerugian material mencapai Rp620 juta lebih.

“Jika dibandingkan dengan tahun lalu dengan periode sama, korban meninggal dunia dan luka berat akibat lakalantas menurun, sedangkan yang luka ringan naik angkanya,” ucap Kasat Lantas. (agw)

BACA JUGA:  Sempurnakan Perda Desa Adat, Pemprov Bali akan Gelar Paruman Agung yang Diikuti Ribuan Peserta